EKSPOSKALTIM, Bontang – Menjadi seorang calon anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka), tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus melalui proses dan seleksi yang cukup menyita waktu dan tenaga. Tahap-tahap seleksi juga yang menentukan jenjang kepaskibrakaan seseorang, yaitu Paskibraka tingkat Kota, Propinsi dan Nasional.
Staf Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bontang, Dahlan, mengatakan seleksi di tingkat I, merupakan gabungan perserta seleksi tingkat II. Peserta diasramakan, dan materi seleksi hampir sama dengan tingkat II, tetapi dengan bobot yang lebih tinggi. Selama di asrama karantina, peserta seleksi akan dilihat tingkah laku kehidupan sehari-harinya.
"Tahap-tahap seorang calon, akan dipilih dan diseleksi di sekolahnya. Selanjutnya, ia mengikuti seleksi didaerah tingkat II, dengan materi seleksi meliputi tes tulis, wawancara, baris bebaris, kesegaran jasmani, kesenian, dan lain-lain,” kata Dahlan, saat ditemui di lapangan Bessai Berinta Lang-Lang, Jalan KS Tubun, Bontang Baru Kecamatan Bontang Utara, Senin (20/6/2016)
Lanjut Dahlan, tes tulis dan wawancara, meliputi bidang pengetahuan umum, pengetahuan daerah, Nasional dan Internasional, kepemudaan, Nasionalisme dan sejarah perjuangan bangsa.
“Apabila berhasil lolos, maka ia akan maju seleksi tingkat I Propinsi. Bagi yang tidak berhasil, akan menjadi anggota Paskibraka di daerah tingkat II Kabupaten/Kota yang bersangkutan," jelasnya
Dahlan menambahkan, dari kegiatan ini, akan nampak kemampuan non akademis para peserta. Dalam asrama, pola pembinaan ini sama dengan system pembinaan Paskibraka, yaitu menggunakan metode desa maupun keluarga bahagia.
“Dari seleksi tingkat propinsi ini dipilih sepasang utusan, 1 putera dan 1 puteri, untuk menjadi anggota paskibraka di tingkat Nasional. Bagi peserta yang tidak berhasil, akan bertugas sebagai anggota paskibraka tingkat Propinsi.(*)

