PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tandon Air Jadi Rebutan di Balikpapan, Bendungan Teritip Tersisa 46 Sentimeter

Home Berita Tandon Air Jadi Rebutan D ...

Hampir dua pekan air PDAM tak mengalir ke warga Teritip. Air tangki darurat lebih murah, tetapi antreannya bisa mencapai 2–3 minggu. 


Tandon Air Jadi Rebutan di Balikpapan, Bendungan Teritip Tersisa 46 Sentimeter
Permukaan air di Bendungan Teritip di Balikpapan Timur terus turun menyebabkan layanan air bersih kepada warga terganggu. Foto: Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Krisis air bersih melanda kawasan Balikpapan Timur. Pasokan air Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB/PDAM) ke Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, berhenti total hampir dua pekan.

Penyebabnya, elevasi air di Bendungan Teritip yang menjadi sumber air baku utama terus merosot hingga tersisa sekitar 46 sentimeter. Direktur Teknik dan Operasional PTMB, M Kohirudin, membeberkan bahwa ketebalan lapisan air baku yang masih dapat disedot dan diolah instalasi pengolahan air (IPA) di Teritip kini hanya tersisa sekitar 46 sentimeter.

Kondisi kritis itu memaksa Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV bersama PTMB memangkas pengambilan air secara drastis dari kapasitas normal 220 liter per detik menjadi 60 liter per detik.

Penurunan debit air baku juga terjadi di Waduk Manggar. PTMB terpaksa menurunkan pengambilan air baku dari kondisi normal 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik untuk menjaga produksi di tiga IPA.

"Penguapan air waduk menjadi jauh lebih tinggi dari biasanya akibat tingginya suhu El Nino. Dengan turunnya kapasitas produksi ini, tentu berdampak langsung pada jam pengaliran, kualitas, maupun kuantitas air yang diterima pelanggan," terang Kohirudin.

Kemarau panjang imbas fenomena El Nino yang menerjang Kota Balikpapan memicu krisis air bersih skala luas. Di Kelurahan Teritip, pasokan air bersih dari PDAM bahkan telah berhenti mengalir total selama hampir dua pekan terakhir.

Warga Terpaksa Beli Air Mahal

Reanny Arum, warga RT 12 Teritip, membeberkan bahwa layanan air PDAM ke rumahnya sudah mati selama 12 hari berturut-turut. Demi memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), keluarganya terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air tandon dari pihak swasta.

"Dalam seminggu kami sekeluarga bisa menghabiskan tiga tandon air. Harganya jauh lebih mahal dan tentu sangat memberatkan beban pengeluaran," kata Arum, Senin (26/10/2026).

Arum telah melaporkan kondisi tersebut ke pihak PDAM. Namun, warga justru diarahkan untuk mendaftar layanan pengiriman air mobil tangki darurat yang memerlukan waktu tunggu sangat panjang.

"Biaya mobil tangki PDAM memang lebih murah, yakni Rp50.000, tapi daftar antreannya (waiting list) mencapai 2 sampai 3 minggu," keluhnya.

Dirinya berharap ada langkah cepat dari pemerintah dan PDAM agar krisis air bersih di Balikpapan Timur bisa ditangani.

"Kami minta ada prioritas sebab daerah kami sudah lama terdampak," pinta Arum.

Penjual Air Tandon Keteteran

Kekeringan panjang yang melumpuhkan pasokan air PDAM di kawasan Balikpapan Timur menghadirkan cerita tersendiri bagi para penjual air tandon. Salah satunya Luqman, penjual air di kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

Luqman mengatakan kemarau panjang membuat permintaan air meningkat. "Kalau normal biasanya 2 tandon saja, sekarang bisa lima tandon dalam sehari," kata Luqman, Senin (26/10/2026).

Luqman mengaku air yang dia jual berasal dari sumur bor miliknya sendiri. Jika tidak ada permintaan, air biasanya dia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk keperluan ternak sapinya.

"Sebenarnya karena ada permintaan saja, musiman. Kalau hari biasa paling-paling hanya 1 tandon," ungkap dia.

Karena mengambil air dari sumurnya sendiri, Luqman mengaku menjual air dengan harga yang lebih murah ketimbang penjual air tandon keliling. Jika biasanya penjual air keliling menjual dengan harga Rp100 ribu untuk satu tandon berisi 1.200 liter, Luqman menjual dengan harga Rp80 ribu.

"Kalau penjual keliling kan biasanya memang beli juga airnya. Kalau saya sumur sendiri," kata dia.

Meski permintaan tak hanya berasal dari kawasan Gunung Binjai, Luqman mengaku lebih memprioritaskan warga sekitar tempat tinggalnya di RT 16. "Karena kan sifatnya hanya sampingan saja. Jadi saya memang tidak punya target," ungkap dia.

Penjual lainnya, Aris (38), mengaku permintaan air tandon bersih melonjak lebih dari dua kali lipat saban hari. Bahkan, ia sering kali terpaksa menolak pesanan karena keterbatasan armada mobil pikap dan tenaga operasional.

Dalam kondisi normal, Aris biasa melayani pengiriman 10 hingga 13 tandon per hari. Namun belakangan, saban hari ia dibanjiri pesanan lebih dari 30 tandon.

"Bahkan sebenarnya bisa lebih dari 30 tandon sehari, tapi saya sendiri yang sudah tidak mampu melayani karena armada dan tenaga terbatas," ujar Aris.

Aris membeberkan pasokan air bersih tersebut ia ambil langsung dari pemilik sumur bor dalam di kawasan Balikpapan Timur. Air dialirkan ke dalam tandon berkapasitas 1.200 liter dan dijual seharga Rp100.000 per tandon.

"Kalau jarak pengirimannya jauh, biasanya saya kenakan biaya tambahan transportasi menjadi Rp120.000 sampai Rp130.000 per tandon," terangnya.

Meski di satu sisi usahanya diuntungkan oleh lonjakan permintaan, nurani Aris tergerak melihat penderitaan tetangga dan warga kurang mampu yang kesulitan finansial di tengah krisis air. Tak jarang, Aris secara sukarela memotong harga jual tandonnya hingga 50 persen bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan.

"Kalau kemarau begini semua orang kan terdampak. Saya tetap berdoa supaya hujan segera turun dan bendungan terisi air lagi, supaya warga tidak makin kesusahan," kata Aris.

PTMB Operasikan 18 Armada

Merespons membludaknya permintaan air bersih, Direktur Pelayanan PTMB Ali Rachman mengimbau seluruh masyarakat Kota Balikpapan untuk menerapkan langkah penghematan air secara disiplin.

"Saya mengimbau seluruh warga kota tetap bijak. Penghematan dalam memanfaatkan air akan sangat membantu seluruh warga untuk mendapat akses air yang lebih layak hingga kondisi operasional kembali normal," tegas Ali.

Sebagai langkah penanganan darurat, PTMB menyiagakan 18 unit mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih langsung ke rumah-rumah pelanggan terdampak.

Untuk memperpendek rute distribusi armada tangki, PTMB menyiapkan empat titik terminal pengambilan air, yakni Posko Utama Jalan MT Haryono depan Kantor Disdukcapil, IPA ZAM Korpri, Sumur Kampung Baru, dan IPA Km 12.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan air tangki diminta mendatangi Posko Utama di Jalan MT Haryono atau menghubungi layanan call center resmi untuk mengambil nomor antrean. Layanan pendaftaran dibuka pada pukul 08.00–15.30 WITA (Senin–Kamis) serta pukul 08.00–12.00 WITA (Jumat–Minggu).

"Permintaan dari masyarakat saat ini sangat tinggi sehingga antrean membutuhkan waktu. Namun, kami terus berusaha maksimal agar pasokan air bisa secepatnya sampai ke rumah pelanggan," kata Ali.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :