EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Jadikan alam sebagai kawan. Bukan lawan. Karena melawan alam, akibatnya bisa fatal.
Ungkapan tersebut nampaknya benar. Laut Balikpapan membuktikan hal itu. Salah seorang pengunjung Pantai Segara Sari Manggar, Anis, menjadi tumbal.
Hal itu bermula saat Anis dan tiga rekannya berlibur ke pantai yang berlokasi di Balikpapan Selatan, Minggu (22/10). Mereka pun memutuskan untuk berenang di pantai.
Namun, kondisi pantai saat itu tidak dalam status aman untuk diajak "bermain". Angin kencang. Ombak besar menggulung-gulung ganas. Petugas kemanan segera memberi instruksi kepada pengunjung yang berenang di pantai, untuk tidak berenang.
Namun, intruksi tersebut ditampik oleh Anis. Pria 35 tahun itu, tetap asik bermain di air asin. Hingga pada akhirnya, sekira pukul 14.20, ombak besar menyapunya. Sekejap, jejak rimba Anis hilang dari pandangan rekannya.
"Korban (Anis) tenggelam 300 meter dari bibir pantai," kata Kasi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavianto, via seluler.
Mengetahui terjadi jiwa yang membahayakan, petugas lifeguard berindak. Dibantu masyarakat, pencarian Anis dilakukan secepat kilat.
Tidak butuh waktu lama untuk mencari Anis. Selang 35 menit setelah Anis dilaporkan hilang, pencarian berbuah. Anis ditemukan. Namun, kondisinya sekarat.
Tubuhnya kaku. Kulitnya pucat. Dia pun dilarikan ke Puskesmas Manggar untuk segera mendapatkan pertolongan medis dalam keadaan tidak sadarkan diri, alias koma.
Namun sayang, usaha menolong Anis rasanya menjadi sia-sia. Nyawanya tak tertolongkan. Warga Kilometer 5, Balikpapan Utara, itu menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas.
"Tambahan, korban diinformasikan telah MD (meninggal dunia)," tukas Octavianto.
VIDEO: Iklan Pesta Adat Pelas Tanah 2017 Kutai Timur
ekspos tv

