PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tak Lagi Tambal Sulam, Kaltim Bidik 20.000 Hektare Sawah Baru

Home Berita Tak Lagi Tambal Sulam, Ka ...

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalihkan fokus kebijakan pangan pada 2026 dengan menargetkan pencetakan sawah baru seluas 20.000 hektare, setelah pengembangan lahan rawa dinilai berhasil mendongkrak produksi beras daerah.


Tak Lagi Tambal Sulam, Kaltim Bidik 20.000 Hektare Sawah Baru
Kaltim menarget cetak 200 ribu hektare sawah baru pada tahun ini. Foto ilustrasi: antara

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan pencetakan sawah baru seluas 20.000 hektare pada tahun anggaran 2026. Itu, disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan mengatakan kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari peningkatan produksi gabah yang dicapai sepanjang 2025. Program ini sekaligus diselaraskan dengan agenda swasembada pangan nasional.

“Pada 2026, fokus kami beralih pada pembukaan lahan pertanian baru. Tujuannya memperluas basis produksi beras agar kebutuhan pangan masyarakat Kaltim dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” ujar Fahmi di Samarinda, dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltim, Jumat (16/1). 

Ia menjelaskan pada tahun anggaran 2026 pemerintah daerah tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk optimalisasi lahan, melainkan memusatkan program pada pencetakan sawah baru. Keputusan tersebut diambil setelah keberhasilan pengelolaan sekitar 13.900 hektare lahan rawa sepanjang 2025.

Pengembangan lahan rawa tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas petani. Lahan yang sebelumnya hanya mampu panen satu kali dalam setahun kini dapat menghasilkan dua hingga tiga kali panen.

Selain membuka lahan baru, Pemprov Kaltim juga melakukan rehabilitasi sawah-sawah eksisting yang mengalami penurunan produktivitas. Perbaikan infrastruktur pertanian disebut menjadi bagian penting untuk menjaga hasil panen tetap optimal.

“Kombinasi rehabilitasi sawah yang ada dan pencetakan sawah baru menjadi kunci menjaga stabilitas pangan Kaltim dalam jangka panjang,” kata Fahmi.

Melalui strategi tersebut, pemerintah daerah optimistis ketersediaan stok beras di Kaltim dapat terjaga, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian pangan di Benua Etam.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :