EKSPOSKALTIM.com, Bone - Dipercaya memimpin SMA Negeri 12 Bone pada 7 Desember 2017 lalu, Sitti Marwah berkomitmen menjadikan sekolah di Kecamatan Sibulue itu terakreditasi A.
Kendati tidaklah mudah, namun ia optimis bahwa hal itu akan ia wujudkan di tahun ketiganya menjadi kepala sekolah yang dulunya bernama SMAN 1 Sibulue.
Baca juga: Siap-siap, Kapolres Bone Bakal Tindaki Polisi Gemuk
Diceritakan perempuan kelahiran Apala, 21 Desember 1974 silam ini, bahwa salah satu yang menjadi kendala saat ini yakni minimnya sarana dan prasarana (ruang kelas).
Sekarang ini SMAN 12 Bone baru memiliki 22 kelas, sementara rombongan belajar (rombel) sebanyak 27. Jadi butuh 5 ruang kelas lagi.
“Tapi alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bantuan DAK pembangunan 2 ruang kelas baru,” ujar ibu 2 anak ini, saat ditemui di sekolahnya belum lama ini.
Ditambahkan istri Andi Faisal ini, di tahun depan (2020) pihaknya juga optimis bakal mendapat bantuan tambahan 2 ruang kelas baru.
“Untuk di tahun 2020 kami juga sudah masukkan proposal, dan ada sinyal proposal kami diterima untuk 2 ruang kelas. Jadi kami kekurangan 1l agi,” pungkasnya.
Baca juga: Hafal 30 Juz di Usia 10 Tahun, Kenia Ingin Ortu Jadi Penghuni Surga
Mengenai kekurangan itu, lanjut alumni SMEA 1 Watampone ini, dirinya optimis bahwa hal itu juga akan terealisasi di tahun depan berkat dukungan komite sekolah.
Pasalnya, diakui Marwah, selama ini dirinya memiliki hubungan serta komunikasi yang baik dengan komite sekolah. Terlebih, dirinya juga mantan pengurus komite di sekolah ini.
“Di tahun 2018 lalu, berkat kerjasama dan hubungan yang baik dengan komite, kami disumbang 1 RKB (ruang kelas baru),” akunya.
Selain itu, solidaritas serta kerjasama yang baik para guru dan stakeholder terkait, kian menambah keyakinannya menjadikan SMAN 12 Bone terakreditasi A.

