EKSPOSKALTIM, Kutim- Singkong gajah mulai populer di kalangan masyarakat Kutai Timur. Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, merupakan salah satu kecamatan yang dikenal dengan produksi tepung singkong gajah.
Tentunya, dengan keberadaan program ini menjadi salah satu tumpuan masyarakat Rantau Pulung untuk meningkatan kesejahteraan hidupnya. Rantau Pulung telah memiliki satu buah pabrik milik Pemerintah Kutim yang memiliki kapasitas produksi hingga 5 ton perjam.
Namun sayang, keterbatasan media jemur tepung menjadi penyebab produksi kurang optimal. Padahal pemasaran tepung cukup diminati masyarakat Sangatta maupun masyarakat di daerah lain.
Menangapi hal itu, Anggota DPRD Kutim Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan Joni, menyarankan untuk melibatkan stakeholder dalam program tersebut.
“Camat bisa mengusulkan ke perusahaan-perusahaan di sekeliling Rantau Pulung, salah satunya PT KPC untuk ikut berpartisipasi mengembangkan program ini,” kata Ketua Fraksi PPP itu, Kamis (23/03).
Dengan menggunakan sistem tumpang sari singkong gajah pada kelapa sawit diyakini mampu menjadi keuntungan bagi para petani di kala usia sawit belum ekonomis.
“Sawit yang dikelilingi pohon singkong gajah menjadi 2 keuntungan. Dari satu pohon singkong saja bisa mencapai 20 kilogram. Kan bisa dihitung jika 1 hektar mampu meraup 50 juta setelah 9 bulan masa tanam. Maka untuk itu program ini harus terus berjalan untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (adv)

