PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Vila Terapung dan Mangrove, Cara Bontang Menyambut Gelombang Wisatawan IKN

Home Berita Vila Terapung Dan Mangrov ...

Pemerintah Kota Bontang menyiapkan kawasan Bontang Kuala sebagai destinasi unggulan penyangga Ibu Kota Nusantara. Konsep vila terapung di tengah kawasan pesisir dan mangrove menjadi andalan untuk menarik wisatawan berdaya beli tinggi.


Vila Terapung dan Mangrove, Cara Bontang Menyambut Gelombang Wisatawan IKN
Kondisi vila tradisional saat ini di Bontang Kuala, Kota Bontang, Kalimantan Timur. (ANTARA/ HO- DPMPTSP Bontang)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Selama ini, Bontang lebih dikenal sebagai kota industri yang ditopang sektor pengolahan dan energi. Namun di tengah geliat pembangunan IKN, pemerintah daerah melihat sektor pariwisata sebagai ruang pertumbuhan baru yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan karena bertumpu pada kekayaan alam dan budaya lokal.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkot Bontang memperkenalkan konsep Villa Bontang Kuala, sebuah kawasan vila di atas perairan yang dirancang tanpa menghilangkan karakter khas kampung pesisir yang selama ini menjadi daya tarik utama Bontang Kuala.

Kawasan ini bukan nama baru dalam peta wisata Kalimantan Timur. Permukiman yang berdiri di atas laut dengan jembatan-jembatan kayu ulin yang menghubungkan rumah warga telah lama menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pesisir yang berbeda dari destinasi pantai pada umumnya.

Dari jembatan kayu yang membentang di atas air, pengunjung dapat menikmati panorama laut terbuka, hamparan mangrove, hingga pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengatakan proyek vila terapung tidak dimaksudkan mengubah identitas Bontang Kuala, melainkan meningkatkan nilai tambah kawasan melalui fasilitas yang lebih nyaman dan berdaya saing.

"Kami tidak ingin mengubah identitas asli kawasan ini. Justru investasi vila ini bertujuan mengemas pesona penginapan di atas air dan budaya bahari menjadi paket pariwisata premium yang memiliki daya saing," ujarnya.

Setiap unit vila dirancang menghadap langsung ke laut dan kawasan mangrove. Selain fasilitas penginapan, kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi sentra kuliner berbasis hasil laut, ruang pertemuan, hingga area pameran budaya yang memperkenalkan kehidupan masyarakat pesisir kepada para tamu.

Gagasan tersebut lahir seiring posisi Bontang sebagai salah satu daerah penyangga IKN. Pemerintah memperkirakan pembangunan ibu kota baru akan mendatangkan ribuan tenaga ahli, pelaku usaha, investor, hingga ekspatriat yang membutuhkan pilihan akomodasi dan destinasi wisata di luar kawasan inti Nusantara.

Optimisme itu turut didukung oleh rencana peningkatan konektivitas antarkawasan di Kalimantan Timur. Dengan akses yang semakin baik, Bontang Kuala diproyeksikan dapat berkembang menjadi salah satu tujuan akhir pekan bagi masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di sekitar IKN.

Saat ini kawasan Bontang Kuala memiliki sekitar 45 unit vila dan penginapan tradisional dengan tingkat hunian rata-rata 45 hingga 55 persen per tahun. Pada musim liburan, okupansi bahkan dapat menembus 75 hingga 85 persen, sementara jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan mencapai 28.000 hingga 32.000 orang setiap tahun.

Melalui pengembangan vila terapung tersebut, jumlah kunjungan wisatawan diproyeksikan meningkat hingga 50.000 sampai 60.000 orang per tahun setelah kawasan beroperasi penuh pada 2027–2028.

Bagi Bontang, proyek ini bukan semata soal menghadirkan tempat menginap baru. Di tengah perubahan besar yang dibawa IKN, Bontang Kuala ingin menempatkan dirinya sebagai wajah lain Kalimantan Timur: kawasan pesisir yang menawarkan pengalaman laut, budaya, dan alam dalam satu destinasi.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :