EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Microsefali atau Microsefalus adalah dimana kondisi ketika kepala bayi secara signifikan lebih kecil dari yang diharapkan, biasanya disebabkan karena perkembangan otak yang tidak normal. Di Kutai Timur (Kutim) cukup banyak anak terlahir dengan keadaan microsefali.
Tidak hanya stunting (kerdil), microsefali juga menjadi momok menakutkan bagi sebagian ibu hamil. Microsefali sangat mempengaruhi perkembangan otak bayi.
Baca juga: Ribuan Anak Ditemukan Stunting, Dinkes Kutim Ambil Langkah
Menurut Jemy Mende petugas Dinas Kesehatan Kutim bagian Program Gizi, anak terlahir dengan keadaan kepala lebih kecil dominan karena kurangnya asupan gizi, dan faktor genetik yang mempengaruhinya.
"Baiknya saat ibu sedang hamil harus mengontrol jumlah yodium, karena kekurangan yodium bisa menyebabkan bayi terlahir microsefali dan ada juga bawaan genetik atau perkawinan sedarah," jelasnya, Rabu (24/4/2019).
Jemy juga menambahkan gejala bervariasi dan mencakup cacat intelektual serta keterlambatan bicara. Pada kasus yang parah, mungkin ada kejang dan fungsi otot yang abnormal.
Baca juga: Wanita Paruh Baya Tewas Tanpa Busana di Kamar Kos-kosan
"Tidak ada obat penyembuh untuk mikrosefali. Penanganannya berupa perawatan suportif, manajemen gejala, dan pemantauan ketat," ungkapnya saat ditemui di Kantor Dinkes Bukit Pelangi.
Untuk sementara, jumlah pengidap microsefali belum terdata dengan spesifik. Saat ini masih dilakukan peninjauan dan pendataan. (F26).

