EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Sebanyak 27 pekerja Pertamina Hulu Mahakam yang akan ke Blok Attaka (tempat pengeboran minyak di tengah laut) diperiksa secara intensif oleh tim kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samrinda, dan didampingi Tim Percepatan Penangan Covid-19 Bontang, Rabu (08/04/2020).
Ke-27 pekerja yang sebagaian besar berasal dari luar Bontang ini, pergi ke Attaka menggunakan kapal dan bertolak dari Pelabuhan Loktuan. Ini merupakan kegiatan rutin guna merotasi pekerja yang ada di sana.
Baca juga: Corona Mewabah, Layanan Dinsos-PM Bontang Tetap Normal
Di tengah pandemi Covid-19 ini, pemerintah lebih selektif dalam melakukan pengawasan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Meski ke-27 karyawan ini dilengkapi surat keterangan sehat dari tim medis perusahaan, namun sesampainya di Pelabuhan Loktuan, harus melakukan pemeriksaan ulang.
Satu persatu mereka dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan suhu badan sebelum menaiki kapal. Tidak hanya itu, barang bawaan seperti tas ataupun kardus turut di semprot cairan disinfektan guna memastikan terhindar dari penyebaran Covid-19.
Dikemukakan Totok Harianto, Koordinator Wilayah Kerja Loktuan, KKP Kelas II Samarinda, dari hasil pemeriksaan suhu tubuh, ke-27 karyawan Pertamina ini berada di suhu normal, atau dinyatakan sehat.
"Setelah pemeriksaan, suhu tubuh mereka semua normal," ucap Totok.
Baca juga: Disdikbud Bontang Imbau Guru Tidak Beri Tugas ke Anak Usia Dini
Di tempat yang sama, Security Area Manager Pertamina Hulu Mahakam, Ruli Lando mengatakan, ada tahapan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan perusahaan sebelum mengirim karyawan ke Blok Attaka.
"Tentunya ada serangkaian pemeriksaan yang dilakukan sebelum teman-teman di kirim ke Bontang," kata Ruli.
Selain itu, lanjut Ruli, setiap hari sebelum ke tempat kerja, seluruh karyawan dilakukan pemeriksaan di pintu masuk perusahaan dengan melibatkan security dan tenaga medis. Bahkan ada ketika sudah di dalam area kerja, juga turut dilakukan pemeriksaan harian di klinik perusahaan guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja.

