EKSPOSKALTIM.com, Bone - Pemerintah Kabupaten Bone kembali melakukan kerja bakti pembersihan sampah dengan melibatkan ratusan orang dari berbagai instansi, baik TNI maupun Polri, Kamis (28/2/2019).
Namun pelaksanaan kerja bakti ini terkesan hanya pencitraan dan seremonial belaka, untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019.
Baca juga: Warga Bajoe Bone Dihebohkan Penemuan Orok Bayi di Selokan
Pasalnya, lokasi yang menjadi sasaran kegiatan masih terbilang jauh dari kata kumuh. Sementara, ada beberapa titik yang menjadi tempat bertumpuknya sampah namun tidak tersentuh.
Di Jalan Abu Dg Pasolong, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang misalnya. Sampah yang sudah berhari-hari dan menimbulkan bau tak sedap itu terkesan dibiarkan begitu saja.
“Sudah lama, sekitar 2 minggumi belum pernah ada mobil (sampah) yang ambil. Mengganggu sekali, apalagi kalau sudah hujan, baunya itu menyengat, bahkan lalat juga banyak,” kata Dita, salah seorang warga sekitar.
Bukan hanya itu, sampah yang berada di depan gerbang BTN Menara Biru itu bahkan telah dipenuhi belatung yang bertebaran hingga ke badan jalan. Bahkan, tumpukan sampah ini berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Pernah ada pengendara yang jatuh karena menghindari sampah yang berserakan ke jalan,” kata Iwan, yang juga warga sekitar.
Baca juga: Bupati Fahsar Buka TMMD ke-104 Kodim 1407/Bone
Bukan hanya di Jalan Abu Dg Pasolong, dari pantauan media ini, tumpukan sampah juga ditemui di sejumlah titik Kota Watampone. Di antaranya di Jalan Andi Malla, Jalan Lapawawoi, Jalan Kajaolaliddong dan Jalan Sukawati.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak dinas terkait yang angkat bicara untuk memberi penjelasan terkait permasalahan sampah tersebut.

