PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Samarinda Berpotensi Hujan, Cuaca Ekstrem Mengintai Saat Pancaroba

Home Berita Samarinda Berpotensi Huja ...

Samarinda dan sejumlah wilayah Kalimantan diprakirakan masih diguyur hujan ringan hingga sedang pada Rabu (8/4/2026), di tengah masa pancaroba yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.


Samarinda Berpotensi Hujan, Cuaca Ekstrem Mengintai Saat Pancaroba
ILUSTRASI hujan. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan hingga sedang masih mendominasi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Di wilayah ini, hujan diperkirakan terjadi di Samarinda, Palangkaraya, dan Pontianak, sementara hujan disertai petir berpotensi terjadi di Tanjung Selor dan Banjarmasin.

Secara nasional, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di kota-kota besar, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Indonesia bagian timur. Di Pulau Jawa, hujan diperkirakan terjadi di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Sementara di wilayah timur seperti Ternate, Nabire, Manokwari, Jayapura, hingga Merauke juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas serupa.

BMKG juga mencatat sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau. Hingga akhir Maret 2026, sekitar 7 persen zona musim telah memasuki musim kemarau, dan jumlah ini diperkirakan terus bertambah pada April hingga Juni.

Kondisi pancaroba tersebut membuat cuaca cenderung tidak menentu dan berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu singkat. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyebut kondisi atmosfer yang labil dapat mendorong pertumbuhan awan konvektif secara maksimal.

“Pada periode ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.

BMKG menegaskan cuaca ekstrem pada masa pancaroba dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, seperti potensi pohon tumbang, genangan air, hingga gangguan transportasi.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat kondisi cuaca memburuk. Nelayan dan pengguna transportasi laut ju


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :