PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pupuk Kaltim Gandeng DPA3AKB, Pengasuh TPA Dibekali Ilmu Baru via Taman Asuh

Home Berita Pupuk Kaltim Gandeng Dpa3 ...

Pendidikan usia dini merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.


Pupuk Kaltim Gandeng DPA3AKB, Pengasuh TPA Dibekali Ilmu Baru via Taman Asuh
Pupuk Kaltim menegaskan komitmennya pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengasuhan anak. Foto: Ist

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmen pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengasuhan anak di Bontang. Perusahaan mendukung program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga lewat pembekalan bagi tenaga pengasuh TPA Kuncup Melati PIKA Pupuk Kaltim.

Pelatihan bertema “Pengasuhan Positif untuk Generasi Hebat, Membangun Lingkungan Asuh yang Aman, Hangat dan Berdaya” menjadi kesinambungan upaya perusahaan memperkuat kapasitas pendidik TPA dalam menerapkan pola asuh positif dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak.

"Melalui pelatihan ini, tenaga pengasuh TPA Kuncup Melati dapat memperkuat kapasitas diri guna mewujudkan generasi bangsa yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing di Kota Bontang," ujar Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, Rabu (18/11).

Lendl menjelaskan pendidikan usia dini merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Nilai dasar seperti rasa percaya diri, empati, dan disiplin terbentuk di tahap ini. Karena itu pola pengasuhan yang tepat menjadi kunci agar anak tumbuh dalam suasana positif dan penuh kasih.

Metode pembelajaran positif diharap membantu anak mengenali emosi, bersosialisasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Esensi itu menjadi fokus program TAMASYA, yang menempatkan anak sebagai individu dengan hak, potensi, dan kebutuhan emosional yang harus dihargai.

"Pupuk Kaltim ingin sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang menyenangkan bagi anak. Disinilah perlu komunikasi yang empatik, lingkungan belajar yang aman dan hangat, serta penghargaan terhadap proses tumbuh kembang anak," lanjut Lendl.

Pelatihan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Pendidikan anak usia dini dianggap sebagai kerja bersama semua pihak yang peduli pada tumbuh kembang anak. Dukungan Pupuk Kaltim terhadap program TAMASYA menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak terpisah dari pembangunan ekonomi berkelanjutan.

"Untuk itu, dukungan terhadap peningkatan kompetensi pengasuh TPA menjadi salah satu fokus Pupuk Kaltim, agar para pendidik mampu menciptakan suasana belajar yang aman, hangat dan menyenangkan," tambah Lendl.

Ketua Umum PIKA Pupuk Kaltim, Rina Meitia Nizar, menyambut baik program TAMASYA sebagai model pembelajaran bagi tenaga pendidik Kuncup Melati. Ia berharap pelatihan ini memperkaya pendekatan dalam mendidik anak dengan metode yang lebih empatik.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim terhadap peningkatan kapasitas tenaga pendidik Kuncup Melati. Mengingat pengasuhan anak bukan bicara teori, tetapi praktik yang harus dijalankan dengan kesabaran, konsistensi dan kasih sayang,” ucap Rina.

Ia menilai pelatihan ini langkah penting memperkuat sinergi penguatan pendidikan anak usia dini di Bontang, agar lingkungan belajar yang ramah anak bisa terus tumbuh.

“Kami ingin TPA Kuncup Melati tidak hanya dikenal karena kualitas pendidikan saja, tapi juga kehangatan dan perhatian yang diberikan bagi setiap anak. Mereka harus merasa aman, diterima dan dicintai. Itulah inti pengasuhan positif yang akan terus kami tanamkan,” terang Rina.

Mewakili Pemkot Bontang, Kepala DP3AKB Eddy Forestwanto mengapresiasi dukungan Pupuk Kaltim terhadap program TAMASYA. Ia menyebut kegiatan ini memberi manfaat jangka panjang dalam membentuk masyarakat yang lebih peduli pada tumbuh kembang anak.

"Gagasan ini sejalan dengan upaya Pemkot Bontang dalam mewujudkan lingkungan ramah anak, sehingga mereka mampu mengembangkan potensi yang dimiliki,” kata Eddy.

Ia berharap kolaborasi ini terus diperkuat untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara emosional dan spiritual. Di tengah tantangan digitalisasi, guru dan orang tua harus beradaptasi dengan pendekatan pengasuhan yang bijak.

"Inisiatif seperti inilah yang kita butuh, karena Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri mewujudkan lingkungan ramah anak dengan pola asuh yang sehat di Kota Bontang," pungkas Eddy Forestwanto. (*)

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :