PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Penyebab dan Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari

Home Berita Penyebab Dan Cara Menenan ...

Penyebab dan Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari
ilustrasi. (int)

EKSPOSKALTIM.COM, Jakarta - Bayi rewel di malam hari lumrah terjadi. Ayah dan Bunda mungkin sering menemukan si kecil mengalami kondisi tersebut.

Biasanya, bayi rewel saat malam disertai tangisan dan teriakan. Menangis menjadi satu-satunya cara bayi memberi tahu bahwa dirinya merasa tidak nyaman.

Sering kali, kondisi ini menyebabkan Ayah dan Bunda kebingungan, apalagi yang baru pertama kali memiliki anak.

Lalu, apa saja hal yang bisa bikin si kecil merasa tidak nyaman sehingga rewel di malam hari? Biar enggak bingung, mari simak penyebab dan cara menenangkan bayi rewel di malam hari di bawah ini.

Penyebab Bayi Rewel Malam Hari

Terdapat beberapa penyebab bayi rewel di malam hari, di antaranya:

1. Lapar

Bayi belum bisa berbicara untuk memberi tahukan bahwa dirinya merasa lapar. Karenanya, saat si kecil rewel, hal ini bisa jadi pertanda bahwa dia sedang merasa kelaparan. 

Selain rewel, bayi yang lapar juga menunjukkan gestur lain, seperti tangan mengepal, mengisap bibir, atau memasukkan tangan ke mulut.

2. Kolik

Disampaikan dr. Dyah Novita Anggraini, penyebab bayi rewel di malam hari berikutnya adalah kolik. Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis terus-menerus. Biasanya, tangisan ini dapat berlangsung lebih dari tiga jam dalam sehari dan setidaknya terjadi selama tiga hari dalam sepekan.

Berdasarkan Numerous, ciri-ciri tangisan bayi kolik disertai teriakan bernada tinggi. Tangisan tersebut sulit ditenangkan, membuat wajah si kecil memerah dan kulit di sekitar mulutnya pucat.

Selain itu, bayi kolik juga cenderung mengepalkan tangan dan melengkungkan punggungnya ketika menangis. Meski begitu, Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir karena kolik bukanlah gangguan medis. Kondisi normal pada bayi ini juga dapat hilang dengan sendirinya

“Meski begitu, jika bayi rewel hingga lebih dari tiga minggu, orangtua perlu berkonsultasi langsung dengan dokter anak,” kata dr. Dyah.

3. Popok Basah

Popok basah dapat membuat bayi rewel di malam hari. Soalnya, bayi bisa merasa tidak nyaman akibat popok basah yang lembab. 

Karenanya, Ayah dan Bunda perlu memeriksa popok secara berkala. Popok juga harus diganti ketika bayi mulai rewel. Ganti popok dengan yang baru agar si kecil dapat bergerak dan tidur dengan nyaman.

4. Lelah

Bayi menggunakan tubuhnya untuk bergerak ke segala arah. Hal ini merupakan bagian dari cara bayi belajar untuk mengenal dan menggunakan tubuhnya. 

Ketika bergerak terlalu banyak, bayi bisa merasa lelah dan pegal. Kondisi ini membuat si kecil menangis. 

Rasa lelah dan pegal yang masih dirasakan ketika tidur, bahkan bisa membuat bayi menangis tengah malam.

5. Bosan

Terlalu lama berbaring di tempat tidur bisa membuat bayi merasa bosan. Menangis jadi cara si kecil untuk memberi tahu Ayah dan Bunda bahwa dirinya merasa bosan.

Biar bayi kembali tenang, Ayah dan Bunda bisa menggendongnya atau mengajaknya bermain.

6. Night Terrors

Night terrors berbeda dengan mimpi buruk. Night terrors adalah kondisi yang menyebabkan seseorang berhalusinasi, ketakutan, berteriak, berkeringat, menangis di tengah tidur, tetapi sulit untuk terjaga.

Meski jarang terjadi, kondisi ini mungkin dialami bayi berusia 18 bulan. Night terrors bisa menyebabkan bayi menangis tengah malam, meronta-ronta, berkeringat, berteriak, dan tidak merespons hiburan Ayah dan Bunda.

7. Ritme Tidur Bayi Belum Teratur

Ritme sirkadian adalah jam internal yang mengatur siklus 24 jam di dalam tubuh manusia. Jam internal ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama cahaya matahari.

Menurut Sleep Foundation, contoh ritme sirkadian yang paling umum adalah siklus tidur hingga bangun. 

Nah, bayi memiliki ritme sirkadian yang belum bekerja sempurna. Salah satu penyebabnya, yaitu belum terpenuhinya kebutuhan paparan cahaya alami yang diperlukan si kecil.

Hal ini membuat siklus tidur hingga bangun bayi belum stabil sehingga jam tidurnya terganggu dan menyebabkan dia rewel di malam hari.

8. Kesepian

Tidak hanya orang dewasa yang bisa merasakan kesepian, bayi juga. Terlebih, karena sering terjaga sendirian di malam hari, bayi bisa merasa kesepian.

Menurut Babycenter, rasa kesepian terutama bisa dirasakan bayi ketika dirinya berusia sekitar 9 bulan. Di usia ini, bayi merasa sangat butuh perhatian Ayah dan Bunda. Bayi mulai merasa melekat erat dengan orangtuanya. 

Karenanya, ketika Ayah dan Bunda beranjak ke ruangan lain dan meninggalkannya sendirian, si kecil bisa menangis. Hal serupa juga terjadi ketika dia terbangun sendirian di malam hari.

Cara Menenangkan Bayi Rewel Malam Hari

Ada beberapa cara menenangkan bayi rewel di malam hari. Di bawah ini beberapa tips yang bisa Ayah dan Bunda terapkan di rumah.

1. Menggendong dan Mengayun Bayi

Ketika bayi rewel di malam hari, Ayah dan Bunda bisa langsung menggendongnya ataupun pakai gendongan bayi. 

Soalnya, penyebab bayi rewel malam hari bisa karena si kecil bosan berbaring di ranjang. Nah, sambil menggendong si kecil, Ayah dan Bunda dapat menambah sedikit gerakan yang menenangkan, seperti mengayun atau menggoyangkan bayi dengan lembut.

2. Ajak Bayi ke Luar Rumah

Bayi rewel malam hari bisa karena si kecil bosan dengan lingkungan di dalam rumah. Tidak ada salahnya, Ayah dan Bunda ajak bayi ke luar rumah sejenak.

Dengan mengajaknya ke luar rumah, bayi dapat melihat pemandangan dan memperbaiki suasana hatinya.

3. Berikan Bunyi-Bunyian

Perhatian bayi yang sedang rewel juga dapat dialihkan. Ayah dan Bunda bisa mengalihkan perhatian si kecil dengan memberikan bunyi-bunyian lembut.

Ayah dan Bunda bisa bersenandung, bergumam, atau menyalakan musik yang membuat perhatian bayi yang rewel teralihkan. Suara musik yang dimaksud, misalnya gemericik air, ombak, dan kicau burung.

4. Beri Sentuhan

Lelah bisa jadi penyebab bayi rewel di malam hari. Untuk mengatasi hal ini, Ayah dan Bunda bisa memberikan sentuhan lembut pada si kecil.

Caranya dengan menggendong dan memberikan bayi pijatan lembut yang membuatnya merasa nyaman. Agar bayi dapat tidur kembali, Ayah dan Bunda juga bisa meredupkan lampu tidur.

5. Beri ASI

Seperti telah disampaikan, lapar juga bisa jadi penyebab bayi rewel di malam hari. Karenanya, Bunda harus memberikan ASI pada bayi sesering mungkin. 

Variasikan pula posisi menyusui si kecil, seperti dengan berbaring miring, berbaring telentang, sedikit mengayun, dan berjalan. 

Ditambahkan dr. Dyah, setelah memberikan ASI, Bunda juga perlu membuat bayi selalu bersendawa. Hal ini untuk mengurangi risiko bayi gumoh alias muntah.

Soalnya, ketika menyusu, bayi rentan menghirup banyak udara yang bisa membuat perutnya kembung.

Itulah beberapa penyebab dan cara menangani bayi rewel malam hari. Kini, Ayah dan Bunda tidak perlu lagi panik dan bingung menghadapi si kecil yang menangis di malam hari, ya!

 


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :