PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Penutupan Erau Pelas Benua Bontang 2017, Lembaga Adat Waspadai 'Hantu Kacak'

Home Berita Penutupan Erau Pelas Benu ...

Penutupan Erau Pelas Benua Bontang 2017, Lembaga Adat Waspadai
Tradisi belimbur pada pelaksanaan Erau Pelas Benua Bontang tahun lalu. Dok Ekspos Kaltim

EKSPOSKALTIM, BontangSetelah hampir sepekan digelar, pergelaran Erau Pelas Benua Bontang 2017 akan ditutup di Rumah Adat Kutai Kelurahan Guntung, Bontang Utara, Sabtu (30/9) esok.

Kalau saat pembukaan ditandai dengan menyalakan obor brong dan mendirikan tiang ayu, di acara penutupan, akan ditandai dengan prosesi perebahan tiang ayu sekaligus belimbur atau siram-siraman air.

Prosesi terakhir tentu yang paling ditunggu oleh sebagian besar masyarakat. Tradisi Belimbur sendiri merupakan wujud syukur masyarakat atas kelancaran pelaksanaan acara adat Kutai. 

Berkaca dari kasus belimbur di Tenggarong, Kepala Adat Kutai Bontang Ismail Ibramsyah mengatakan pihaknya tak menutup mata terkait kemunculan 'hantu kacak'.

Video terkait: Pembukaan Erau Pelas Benua Berlangsung Meriah  

Antisipasi adanya tindak asusila oleh oknum tak bertanggung jawab akan dilakukan dengan pemasangan spanduk berisi imbauan di beberapa titik. Yakni, gerbang pintu masuk, depan panggung, dan di sekitaran rumah adat. 

Sebelumnya diketahui Hantu Kacak merupakan oknum pengunjung yang merusak prosesi suci tersebut di Tenggarong. Belimbur dijadikan ajang mencari kesempatan melakukan aksi asusila beberapa bulan lalu.

Ismail menambahkan, pihaknya juga akan memberikan pemahaman serta sosialisasi kepada masyarakat tentang makna belimbur. 

"Imbauan yang di spanduk maupun dalam sosialisasi intinya tentang ketentuan belimbur yang benar, seperti menggunakan air yang bersih. Selain itu bagian keamanan juga akan memantau dan mengawasi peserta belimbur," terangnya. 

Jika nanti kedapatan ada oknum yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab pihaknya tidak segan untuk memprosesnya secara hukum. 

"Alhamdulillah selama kegiatan Erau di Bontang,  hal tersebut tidak pernah terjadi, dan apabila terjadi, kita akan tangkap serta kita proses pelakunya," pungkasnya. 

Diketahui belimbur sendiri akan dimulai sejak Erau ditutup atau hingga pukul 13.00 siang. Ketentuannya, kata Ismail, tak diperkenankan kepada orang yang hendak pergi beribadah. 

Selain itu belimbur juga memiliki makna sebagai sarana pembersihan diri dari sifat buruk dan unsur jahat.

Kepada media ini ia mengatakan, air menjadi sumber kehidupan dipercaya sebagai media untuk melunturkan sifat buruk manusia. 


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%100%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :