EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Bontang guna mempercepat penurunan angka kemiskinan yang saat ini mencapai angka 8.410 jiwa, atau 4,62 persen dari jumlah penduduk Kota Bontang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Namun kata Wakil Wali Kota Bontang Najirah, hasil yang diharapkan belum terlihat karena sasaran yang digunakan berbeda-beda. Olehnya, Pemkot Bontang merilis program penanggulangan kemiskinan integratif.
Acara sosialisasi dan launching program penanggulangan kemiskinan integratif ini dihelat di BPU Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Gunung Telihan, Selasa (30/8) .
Diterangkan Wawali Najirah, untuk tahap awal, pihaknya memilih kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat sebagai pilot project.
“Pilot project ini juga akan direplikasi pada kelurahan dan kecamatan lainnya pada tahun 2023 yang akan datang, sehingga memudahkan bagi pemerintah dan stakeholeder untuk melakukan intervensi melalui sasaran yang telah ditentukan oleh pemerintah melalui TKPKD,” terang Najirah.
Najirah menambahkan, saat ini pemerintah Kota Bontang juga sedang melakukan verifikasi dan validasi data masyarakat kurang sejahtera, yang akan menjadi basis data terpadu kemiskinan dan akan diintergrasikan ke dalam sistem berbasis geospasial.
“Sehingga semua pihak yang berkepentingan terhadap penurunan angka kemiskinan dapat mengakses secara langsung,” pungkasnya.
Ia berharap, inovasi-inovasi lainnya dalam upaya percepatan penurunan angka kemiskinan juga terus dikembangkan. Sehingga target penurunan angka kemiskinan Kota Bontang di tahun 2026 dapat mencapai 3,75 persen.
“Semoga upaya-upaya yang dilakukan pemerintah bersama stakeholder dalam upaya percepatan penurunan angka kemiskinan, dapat segera terwujud menuju Kota Bontang yang lebih hebat dan beradab,” harapnya. (adv)

