EKSPOSKALTIM, Mahulu- Pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan menjadi perhatian serius pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Di tahun 2016 ini, pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim) yang merupakan Etalase terdepan NKRI terus dilakukan.
Koordinator Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochammad Bayu Moelyantono kepada eksposkaltim mengatakan, ada sekitar 9 lokasi kawasan permukiman di wilayah perbatasan yang saat ini ditangani oleh pemerintah pusat, salah satunya berada di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahulu.
"Yang kita bangun di Long Apari ini, melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yaitu, pemenuhan infrastruktur dasar permukiman, dalam hal ini kita akan meningkatkan kualitas jalan lingkungan, membangun saluran drainase, membangun jembatan, dan penyediaan air minum untuk 10 Desa," kata Mochammad Bayu Moelyantono disela-sela kunjungan kerja Bupati Mahulu di Kecamatan Long Apari, Jum'at (21/10/2016).
Lanjut ia menjelaskan, Proyek multi years yang menggunakan anggaran APBN tersebut, ditargetkan rampung pada tahun 2017 mendatang, sesuai dengan waktu dan target yang ditetapkan.
"Untuk di Long Apari, capaian kami sudah mencapai 10 persen. Kita pastikan 2017 semuanya sudah selesai karena itu merupakan persyaratan kontrak,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya juga siap apabila sewaktu-waktu ada kunjungan dari Presiden atau tim memonitoring untuk melihat hasil kerja yang mereka lakukan dilapangan.
“Kami selalu mengedepankan prinsip transparansi, juga dari konstruksi harus tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya dan sesuai spek yang ada dalam kontrak, termasuk juga syarat-syarat untuk keselamatan kerjanya harus diperhatian," tagasnya.
Ia juga berharap kepada pemerintah provinsi dan kabupaten untuk bisa bersinergi dalam mendukung pembangunan tersebut. Karena menurutnya, dukungan dari Pemerintah daerah sangat penting.
"Untuk mewujudkan itu, tidak mungkin hanya satu pihak saja yang bekerja, tapi harus bersama-sama dan kita harus tunjukka ke negera sebrang bahwa wilayah perbatasan bukan sebagai beranda negara yang paling belakang tapi beranda paling terdepan," pungkasnya.(ADV)

