EKSPOSKALTIM, Bontang - Pelatihan Penggunaan Alat Tangkap Gillnet yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, kembali dilanjutkan hari ini (23/11/2017).
Noriko Runtu, selaku pemateri pelatihan tersebut mengatakan, pelatihan kali ini membahas mengenai management perjalanan laut. Seperti menentukan lokasi, haluan, serta menghitung jarak, waktu tempuh, dan baha bakar transportasi laut.
“Semua perencanaan pelayaran harus dihutung dengan sistematik,” kata pria yang bekerja di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (B3P) Bitung, Sulawesi Utara itu di sela-sela pelatihan.
Tujuan pelayaran ini, terang Noriko, agar para nelayan bisa mendapatkan hasil yang maksimal saat melakukan pelayaran. “Agar pelayaran bisa cepat dan aman, namun tetap efisien, butuh penegetahuan yang lebih dalam mengenai pelayaran,” terangnya.
Berita Terkait: DKP3 Bontang Gelar Pelatihan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Pada Nelayan
Ditanya mengenai kendala pelatihan ini, dia mengaku, belum menemui kendala berarti. Hanya saja, para peserta pelatihan dari berbagai golongan, membuat ia lebih bekerja extra untuk memberi pelatihan. Namun begitu, dia optimistis, pelatihan ini akan berjalan dengan hasil yang maksimal.
“Setiap hari, sejak pelatihan pertama, selalu ada perkembangan dari peserta. Ini hal yang positif,” akunya.
Pada pelatihan kali ini, dia pun menyampaikan harapan kepada para nelayan, khsusnya nelayan di Bontang, untuk terus meningkatkan kualitas SDM. Sebab, menurutnya, dengan kualiatas SDM yang baik, bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia dibidang maritim.
“Bangsa kita memiliki laut yang kaya. Jangan sampai orang lain yang kelola, nanti nyesal sendiri. Jadi, tingkatkanlah kualitas SDM,” tandasnya.
Diwartakan sebelumnya, Kasi Perikanan Tangkap DKP3 Bontang, Idhamsyah mengatakan, pelatihan ini digelar untuk meneruskan peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tentang pembatasan penggunaan alat penangkapan ikan.
KKP, terang Idhamsyah, meninginkan perubahan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan. Hal itu dilakukan agar kelangsungan sumberdaya laut bisa terus lestari.
“Kegiatan ini merupakan program kementrian (KKP), yang diharapkan pada Desember tahun ini (2017), seluruh alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan sudah tidak digunakan lagi,” katanya.
Untuk diketahui, pelatihan ini sudah digelar sejak Selasa, 21 November lalu, di Balai Pertemuan Sekaya Maritim, kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), Tanjung Limau, Bontang Utara. Drencanakan akan berakhir pada 26 November.
Rencanannya, materi pelatihan pada Jumat (besok), akan melanjutkan materi management perjalanan laut. Sedangkan Sabtu dan Minggu, akan dilaksanakan praktik lapangannya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Ikut Bontang City Expo 2017, Diskominfo Usung Tema Bontang Jago Smart City
ekspos tv
VIDEO: Peringatan Hari Pahlawan ke 72 Berlangsung Khidmat
ekspos tv

