EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Walikota Samarinda, Sjaharie Jaang, menyayangkan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP/ sederajat tahun ajaran 2018/2019 di Kota Samarinda tak seluruhnya dilaksanakan secara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Hal tersebut ia temukan saat melakukan pemantauan pelaksanaan ujian SMP/ sederajat di sejumlah sekolah, Senin (22/4).
Baca juga: Ketua DPRD Kutim Kecewa, Ratusan Buruh PT AE di PHK Sepihak
Saat meninjau di SMP Negeri 22 Samarinda, Sjaharie Jaang, menyayangkan masih ada sekolah negeri di Samarinda yang masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP). Yaitu SMP Negeri 42 yang berada di Berambai.
"Saya juga baru tahu. Kalau dari awal sudah dikasih tahu kalau cuma 26 orang aja apa susahnya. Tinggal angkut saja pakai mobil, bisa sudah ujian di sini atau di rumah jabatan kan,” keluhnya.
Dari data Dinas Pendidikan Kota Samarinda, sebanyak 120 sekolah SMP/ sederajat di Samarinda yang melaksanakan (UNKP) dan UNBK, dengan jumlah 13.714 peserta.
Jaang pun menginginkan pelaksanaan UNBK tahun ajaran berikutnya harus bisa dilaksanakan di seluruh sekolah negeri Samarinda.
“Tahun depan harus seluruhnya menggunakan UNBK,” tegasnya.
Tonton VIDEO: Forum Jurnalis Bontang Perkenalkan Jurnalistik ke Kalangan Pelajar
Perihal keluhan walikota tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Asli Nuryadin menjelaskan, adanya satu sekolah yang belum melaksanakan UNBK tersebut bukan karena masalah teknis. Kata dia, dua bulan lalu, pihaknya mendaftarkan sekolah tersebut sebagai sekolah yang tidak melaksanakan UNBK.
"Sebenarnya memang bisa kalau cuma 26 siswa untuk melaksanakan UNBK. Karena kan dua bulan sebelum UNBK data itu harus masuk di sana," terangnya, saat mendampingi walikota meninjau sejumlah sekolah.
UNBK yang dilakukan di serentak ini akan berlangsung selama empat hari atau berakhir pada 25 April 2019. Lebih jauh, kata dia, secara umum pelaksanaan UNBK di Kota Samarinda berjalan lancar. Hanya saja, dia, bagi siswa yang tidak hadir atau absen saat pelaksanaan UNBK tersebut dapat mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan 29-30 April 2019. (*)

