EKSPOSKALTIM.com, Tanah Laut - Upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung nasional dan padi melalui program upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi jagung dan padi, menuai hasil yang memuaskan.
Wilayah-wilayah penghasil jagung, salah satunya di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan Bibit BC 18 telah berhasil mencapai hasil panen dengan luas panen mencapai 1.200 Ha.
Baca juga: Danrem 091/ASN Hadiri Peringatan Milad HMI ke-72 Badko Kaltimtara
Panen raya tersebut dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman didampingi sejumlah pejabat daerah, termasuk Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto, anggota Komisi IV DPR-RI, Gubernur dan SKPD Provinsi, Danrem 101/Ant dan Staf, Aster Kasdam VI/Mlw, Bupati Tanah Laut, Dandim 1009/Plh, Kapolres Tanah Laut, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan kelompok tani wilayah Kabupaten Tanah Laut, Senin (25/2).
Selain melaksanakan panen jagung, Menteri Pertanian serta para pejabat yang hadir termasuk Pangdam melaksanakan panen padi Ciherang di Desa Tambak Sarinah, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut dengan luas hamparan mencapai 500 Ha.
Di hadapan para petani serta pejabat daerah yang hadir, Menteri Pertanian mengucapkan terimakasih atas keberhasilan yang dicapai dalam meningkatkan produktivitas jagung dan padi hasil panen.
Baca juga: Polres Bontang Beri Pembinaan dan Pelatihan ke Calon Pendaftar Polri
“Semoga tetap bisa kita kawal pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” pesannya.
Menteri Pertanian juga berjanji untuk meningkat hasil panen untuk tahun-tahun berikutnya.
Keberhasilan panen jagung dan padi, selain berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan jagung dan padi nasional, Mentan berharap hasil panen ini juga akan meningkatkan pendapatan petani.

