EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang tengah mematangkan proses mutasi pejabat yang diproyeksikan berlangsung pada akhir April 2026.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan proses mutasi saat ini telah memasuki tahap administratif dan tinggal menunggu penyelesaian tahapan akhir.
“Kalau tidak ada kendala, akhir bulan ini kemungkinan akan dilakukan mutasi,” ujar Neni usai menghadiri kegiatan halal bihalal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bontang, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, Pemkot Bontang juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah posisi jabatan yang akan dirotasi dalam perombakan tersebut.
“Saat ini proses mutasi telah memasuki tahap administratif. Kami juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah jabatan yang akan dirotasi,” katanya.
Meski demikian, Neni belum mengungkap secara rinci nama pejabat yang akan terdampak dalam mutasi tersebut.
Ia menjelaskan, langkah itu dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.
“Mutasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bontang,” ucapnya.
Neni menyebut seluruh berkas pendukung sudah dikirim dan kini menunggu proses lanjutan dari instansi terkait.
“Prosesnya sudah berjalan. Berkas juga sudah kami kirim ke Badan Kepegawaian Nasional, sekarang tinggal menunggu proses selesai,” tuturnya.
Selain itu, tim internal pemerintah juga masih melakukan penilaian terhadap sejumlah posisi strategis yang dinilai perlu diisi pejabat baru.
“Tim juga tengah menilai posisi mana saja yang perlu diisi orang baru. Perlu perhitungan cermat, karena akan berpengaruh pada rencana program yang dijalankan,” pungkasnya.
Diketahui, terdapat sekitar 10 posisi jabatan di lingkungan Pemkot Bontang yang perlu segera diisi, mulai dari kepala seksi, lurah, kepala bidang, kepala bagian, hingga sekretaris di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

