EKSPOSKALTIM, Mahulu - Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA mendominasi dari sepuluh penyakit yang sering ditangani Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sejak awal tahun.
Adapun sepuluh penyakit yang cukup tinggi di Mahulu, yakni gastritis, infeksi akut lain pada pernafasan atas, hipertensi sekunder, diare dan gastroenteritis non spesifik, arthritis, demam yang tak diketahui sebabnya, penyakit kulit, myalgia, hipertensi primer, dan ISPA itu sendiri.
Dua tahun terakhir, DKPP-KB Mahakam Ulu, mencatat 2015 sebanyak 6.792 kasus penanganan ISPA, yang jumlahnya berkurang pada tahun 2016 lalu sebanyak 6.638 kasus Ispa. Meski menurun, namun tidak signifikan.
Menyusul penyakit kedua yang juga cukup tinggi, yakni Gastrititis. Pada tahun 2015 sebanyak 4.306 kasus, dan tahun 2016 sebanyak 4.156 kasus terjadi di Mahulu. Penyakit ini juga mengalami sedikit penurunan tahun 2015 ke tahun 2016. "Ispa ini yang sejak dulu paling tinggi di Mahulu," kata Agustinus Teguh Santoso, Kepala DKPP-KB Mahakam Ulu, di kantornya, Selasa (21/3) siang.
Tingginya penyakit ispa di Mahulu, kata Teguh, disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor cuaca yang kian hari tak menentu (pancaroba). "Hari ini kita liat cuacanya bagus, taunya hujan. Ini juga salah satu faktor munculnya ispa," ucapnya.
Teguh menjelaskan ciri-ciri pasien yang terjangkit ISPA ialah saat seseorang selalu merasa tenggorokan kering dan demam sekitar 1-2 hari.
"Kalau sampai infeksi parah dan meninggal dunia disini belum pernah. Biasa akan sembuh sendiri jika rutin berobat ke Puskesmas. Dan paling penting juga kalau kena ISPA makan dan tidurnya diatur," tukasnya.
Teguh menghimbau masyarakat khususnya di Mahulu untuk pergi kerja atau ke kebun agar memakai masker sebagai pelindung dari debu. Saat kemarau seperti sekarang, udara di Mahulu sendiri, kata Teguh, sudah terkontaminasi dengan debu yang berpotensi menyebabkan ISPA. (adv)

