PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

MERASA DICURANGI, KONSUMEN LAPOR KE WALIKOTA LEWAT MEDSOS

Home Berita Merasa Dicurangi, Konsum ...

MERASA DICURANGI,  KONSUMEN LAPOR KE WALIKOTA LEWAT MEDSOS
Screen Capture status Nath Niel. (Eksposkaltim/Ndi)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Seorang warga Loktuan merasa dicurangi saat membeli tabung gas isi ulang 12 Kg dan 3 Kg, yang ia beli dari pengecer di sekitar daerah Loktuan Kota Bontang, Kecamatan Bontang Utara.

Pasalnya, tabung yang ia beli hanya setengah bahkan terkadang kurang dari setengah. Tak hanya itu, kata dia, segelnya pun mudah dibuka atau tak sesuai SNI seperti yang dianjurkan.

Karena kesal dengan apa yang dialaminya, ia pun mengadu ke Walikota Bontang, melalui status yang ia posting diakun pribadinya facebook dengan nama  Nath Niel.

“Slamat malam Bunda Neni, sy warga bontang dan tinggal di lhoktuan. Sy tidak tahu hrs mengadu kmn, sy berusaha mencari tahu YLKI bontang tp g ketemu. Sy ingin mengadu tentang kmi sbgai warga yg menggunakan elpiji 12 dan 3 kg, kmi merasa sgt dirugikan krn isi tabung yg kmi beli tdk full bahkn lebih sering kurang dr separuh trus segelx pasti gampang dibuka. Demikian keluhan kmi masyarakat semoga mendapat perhatian dr pemerintah,” kata Nath Niel distatus akun pribadinya yang diposting Rabu (27/7), sekira pukul 11.14 wita.

Tak berselang lama status tersebut diunggah, pengakuan yang sama pun muncul mengisi kolom komentar status Nath Niel. Pemilik akun bernama Fitri Anies mengatakan, kejadian seperti itu tak hanya dialami warga Loktuan. Fitria Anies pun menyarankan penggunaan gas selain tabung.

“Ada tanggapan g nih? Bkn cmn loktuan aja, guntung dan seluruh bontang pun sama. Katax gas melon g bakal naik, tp kenyataanx tidak. Udah mahal, isinya kurang. Mending pke gas yg lsg d’psg k’rumah. Guntung kpn??,” kata pemilik akun Fitria Anies.

Senada, pemilik akun bernama Mandiri pun mengungkapkan kecurangan pembelian gas 3kg yang dialaminya. “up, tiap beli gas 3kg kadang malah gak ada setengah isi nya Cuma dikiiiiit,” terangnya di kolom komentar status milik Nath Niel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pemerintah setempat ataupun pihak terkait yang bertanggung jawab dalam hal ini. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) belum bisa ditemui. (*)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :