EKSPOSKALTIM, Bontang- Perguruan Kera Sakti adalah perguruan yang mengajarkan bela diri KUNG – FU (Istilah Bahasa Hokkian yang populer di Indonesia ), bela diri tradisional rakyat Cina dari daratan Tiongkok. Perguruan ini pertama kali didirikan di Madiun, pada 15 Januari 1980 lalu, dengan izin Kementrian Pendidikan dan Kebudayaaan (P & K) Madiun, dengan nomor : 183/ii04.3/l.4/80/SK.
Pendiri perguruan Ikatan Kera Sakti Putra Indonesia (IKS-PI) adalah R. Totong Kiemdarto, putra dari Rm. Sentardi dan Oey Kiem Lian, dan IKS -PI masuk ke Kota Bontang, berkembang dengan cabang-cabang dan Ranting-Ranting IKS-PI namun sempat fakum beberapa tahun, kemudian di tahun 2013 silam kembali berjalan hingga melahirkan banyak siswa-siswi yang menegakkan IKS-PI Kera Sakti.
Salah satu Ranting IKS-PI di Kota Bontang yang masih tetap aktif dalam mengikuti latihan, yaitu Ranting Rawa Indah dengan jumlah murid (anggota) sebanyak 19 orang, di Ketuai oleh Abdul Ghofar sekaligus Pelatih.
Abdul Ghofar mengatakan, di dalam perekrutan IKS-PI Kera Sakti tidak di batasi dari kalangan manapun. Untuk menjadi anggota, cukup menyetor foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
“Menjadi anggota itu gampang aja, tapi harus betul-betul serius mengikuti latihan dan menaati peraturan yang ada,” kata Ghofar saat di temui di kediamannya, Jalan Pelabuhan, Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (22/05/2016).
Selain itu, kata Ghofar untuk mencapai tingkat yang paling tinggi dalam perguruan ini, para anggota harus melalui beberapa tahapan yang berlaku dalam IKS-PI Kera Sakti. Dan terlebih dahulu para anggota yang baru gabung, harus mengikuti beberapa materi gerakan serta tehnik bertarung.
“Kalau ingin mencapai sabuk yang tertinggi itu, harus melalui beberapa tahapan dan membutuhkan waktu cukup lama, yaitu tingkat dasar I sabuk hitam dengan lama latihan 6 bulan, Tingkat dasar II sabuk kuning dengan lama latihan 6 bulan, Warga tingkat I sabuk biru dengan lama latihan 1 tahun, Warga tingkat II sabuk merah, dan Warga tingkat III sabuk merah strip emas,” urainya.
Diimbuhkannya, untuk Ranting Rawa Indah sendiri, aktif berlatih dua kali dalam seminggu, agar para anggota yang baru bergabung dalam IKS-PI, bisa cepat menguasai gerakan dan tehnik yang diajarkan.
“Kalau kami di Ranting Rawa Indah, rutin berlatih malam Rabu dan malam Jum’at,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, tujuan utama belajar bela diri adalah selamat. Terkadang sebuah konflik atau kejahatan, bisa dihindari ketika pelaku kejahatan mengurungkan niat untuk berhadapan dengan kita, karena emosi mereka menurun atau menjadi segan. Jika menghadapinya dengan tenang dan percaya diri. Namun jika konflik tidak bisa dihindari, setidaknya kita sudah siap untuk menghadapinya.
“Bukan cuman itu aja tujuannya, tetapi juga berlatih beladiri secara teratur sama manfaatnya dengan berolahraga secara teratur, yaitu akan meningkatkan kebugaran, karena otot yang ada akan terlatih untuk bergerak dan membuat tubuh menjadi lebih sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak mudah sakit,” ungkapnya.
Ghofar Berharap, IKS-PI selalu berkembang di seluruh Indonesia bahkan Internasional, sehingga warisan dari para leluhur tidak ada matinya dan selalu ada, dan tentunya menguatkan persaudaraan antara satu dengan lainnya. (*)

