EKSPOSKALTIM, Mahulu – Memiliki kulit putih dan murah senyum, salah satu ciri khas perempuan cantik suku Dayak Kenyah.
Monica, seorang staf program mata di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Mahulu salah satu yang memiliki ciri khas tersebut.
Karena harus menjadi tulang punggung dalam keluarganya, ia memilih untuk berkarir di kampung halaman. Dara kelahiran 15 Agustus 1992 Datah Bilang, Mahulu ini tak ingin tinggal diam di rumahnya usai menyelesaikan pendidikan Diploma 3 (D-3) Akademi Keperawatan Dirgahayu Samarinda, 2015 silam.
Saat ditemui di ruang kerjanya di bidang pelayanan promosi dan sumber daya DKPP-KB, perempuan murah senyum ini tampak sibuk menyelesaikan pekerjaan. Monica sebenarnya tak ingin langsung bekerja, melainkan melanjutkan studinya ke jenjang lebih tinggi.
Namun, ia harus mengurungkan niatnya karena kendala biaya. "Rencana mau lanjut kuliah lagi. Selesaikan S1 di Bandung. Tapi itu masih rencana aja, kalau sudah cukup biaya baru lanjut," ucapnya.
Tak ada pilihan lain selain bekerja. Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Martias Anyeq (almarhum) dan Juliana Njau mengaku rela bekerja demi keluarganya dirumah.
"Karena kakak saya dua orang sudah berkeluarga juga. Adek saya masih kecil, jadi saya harus yang menafkahi orang tua," tuturnya.
Menjadi seorang staf kesehatan, karena waktu masih kuliah mengambil jurusan ahli madya bidang keperawatan. Monica awalnya mendaftar pekerjaan bukan di DKPP-KB, melainkan di Rumah Sakit Mahakam Ulu. "Waktu itu kan ada penerimaan TKK (Tenaga Kerja Kontrak) besar-besaran saya mendaftar di rumah sakit tapi sudah penuh. Akhirnya saya di geser ke DKPP-KB," kata perempuan satu ini.
Sebagai staf, keseharian Monica yaitu membuat surat dan mengerjakan laporan seperti Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). Ia memandang pekerjaannya tersebut sebagai rutinitas harian yang menyenangkan. "Asyik kerjanya dan nyaman. karena kita disini bekerja secara tim," imbuhnya.
Saat ini Monica tinggal di Ujoh Bilang tidak bersama satupun sanak keluarganya. ia bertekad hidup mandiri. Ia pun menyewa indekos bersama tiga orang kawannya.
Meski menetap di Ujoh Bilang, ibukota Kabupaten Mahulu, Ia menyempatkan diri pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan orang tuanya sekali dalam dua minggu. “Ya selalu ada rasa kangen sih sama keluarga,” jelar perempuan berparas ayu ini.
"Sempatin pulang, kakak pertama saya tinggal di Malaysia tapi tidak kabarnya sekarang. Kakak ke dua saya juga tinggal di Samarinda," katanya.
Monica sendiri memiliki hobi bermain bulu tangkis. "Hobbi sih, tapi udah jarang main bulu tangkis," ucapnya penyuka Bihun goreng ini. Harapan terbesar Monica saat ini ialah memberikan manfaat dan mendapatkan pengalaman yang berarti dalam hidupnya.
"Intinya mendapat ilmu yang lebih baik dari pekerjaan sekarang. Juga hargai pekerjaan yang ada, karena susah nyari kerjaan sekarang," tutupnya.

