PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

MBG Mulai Diuji dengan Sistem Prasmanan, Makanan Dibawa Hangat ke Kelas

Home Berita Mbg Mulai Diuji Dengan Si ...

MBG Mulai Diuji dengan Sistem Prasmanan, Makanan Dibawa Hangat ke Kelas
Uji coba MBG prasmanan di Malang. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji model penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sistem prasmanan di sekolah. Lewat model ini, makanan dibawa dalam kondisi hangat ke kelas dan langsung disajikan kepada siswa.

Kepala BGN Sudaryono berkata uji coba dilakukan pada sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melihat efektivitas sistem tersebut dalam menjaga kualitas makanan sekaligus memangkas jeda waktu antara proses memasak dan konsumsi.

"Di tanggal 5 Oktober kita sudah piloting (percobaan) di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi, makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas," ujar Sudaryono dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/10). 

Sudaryono menjelaskan model yang disebut central kitchen (dapur terpusat) tersebut tengah dikaji dan diuji coba dengan meniru sistem penyediaan makanan di sekolah di Jepang.

Menurutnya, model tersebut memiliki sejumlah keunggulan karena dapat menekan waktu tunggu sejak makanan selesai dimasak hingga disantap siswa.

“Kita harapkan satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih segar karena tidak ada delay (penundaan) waktu, sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan," paparnya.

Tak hanya soal kualitas dan keamanan pangan, sistem prasmanan juga dinilai berpotensi mengurangi makanan yang terbuang. Dalam model ini, penerima manfaat dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan, sedangkan makanan yang masih tersedia dapat dikonsumsi oleh penerima manfaat lainnya.

"Sejauh ini tadi saya dapat laporan, tingkat kehabisan makanannya bagus. Jadi lebih fresh (segar), kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa, bisa nambah, dan waste (sisa)-nya lebih sedikit karena prasmanan," kata Sudaryono.

BGN memandang model tersebut bukan sekadar perubahan teknis dalam distribusi makanan, tetapi juga bagian dari penguatan fungsi edukasi dalam pelaksanaan MBG.

Dalam skema ini, sekolah turut dilibatkan untuk memastikan proses penyajian berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Namun, pelaksanaan sistem prasmanan membutuhkan kesiapan dari pihak dapur maupun sekolah. Siswa juga dapat dilibatkan dalam proses pelayanan secara terjadwal, dengan tetap memperhatikan penggunaan perlengkapan yang sesuai serta tata kelola kebersihan.

"Kalau prasmanan ini sudah terbiasa akan bagus, sama seperti di negara lain, namun memang perlu ada training (pelatihan) yang cukup," tuturnya.

BGN saat ini terus memantau pelaksanaan uji coba di berbagai wilayah. Hasil evaluasi nantinya menjadi bahan untuk menentukan pengembangan model prasmanan secara lebih luas.

Pengembangan tersebut akan mempertimbangkan kesiapan dapur, sekolah, sumber daya manusia, serta karakteristik penerima manfaat di masing-masing daerah. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :