EKSPOSKALTIM.com, Bone - Aksi teror yang terjadi di Sibolga Sumatera Utara dan Christchurch Selandia Baru beberapa waktu lalu, menimbulkan kecemasan di masyarakat.
Bukan hanya warga setempat, kecemasan juga melanda warga daerah lain seperti halnya di Kabupaten Bone, Sulsel.
VIDEO: Wartawan Independen Bone Beri Pelatihan Kehumasan dan KIP Untuk Humas OPD
“Tidak ada jaminan kita tidak mengalami. Tapi mudah-mudahan Bone selalu aman,” harap Nurdin, salah seorang warga Bone.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim meminta masyarakat tak perlu risau dengan aksi teror.
“Kami polisi akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah hal-hal tersebut,” ujar Kadarislam, saat ditemui belum lama ini.
Diimbuhkannya, untuk melawan aksi terorisme, perlu adanya sinergitas semua pihak, tak terkecuali dari masyarakat itu sendiri.
Baca juga: Kapolres Bone Kecam Pesta Pernikahan yang Suguhkan Tarian Erotis
“Kami harapkan masyarakat aktif , informasi atau hal-hal sekecil apapun yang berpotensi menyebabkan gangguan Kamtibmas, lapor,” pesannya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Letnan Kolonel (Laut) Setyo Pranowo pun mengingatkan untuk senantiasa waspada terhadap aksi terorisme.
"Pelajaran yang dapat kita petik dari aksi teroris di Sibolga bahwa teroris itu ada di mana-mana, kapan pun dan di mana pun. Kita harus waspada dan bisa deteksi diri, antisipasi kapan pun, di mana pun, dan siapa pun tidak pandang bulu," kata Setyo, dilansir kumparan.com, Kamis (14/3).

