EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi perhatian serius panitia khusus (pansus) DPRD Kaltim.
Dalam pembahasan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemprov Kaltim, Pansus industri Maloy mencecar DPU Kaltim yang dianggap tak kerja maksimal dalam menyelesaikan pelbagai persoalan pembangunan KEK Maloy.
Baca juga: Tak Mau Ketinggalan, Kemenag Kukar Diseminasi Program PINTAR Tanoto Foundation
“Ini kan sudah 7 tahun, kok belum selesai permasalahan 3 lahan milik warga. Kalau seperti ini, saya bisa katakan Dinas PU tidak bekerja secara maksimal ini," kata wakil ketua Pansus industri Maloy, DPRD Kaltim, Sam Karaeng, saat RDP dengan Dinas PU, di gedung DPRD Kaltim, Senin (4/3/2019).
Menurutnya, persoalan lahan ini masalah serius. Sebab, dari delapan orang lahan warga yang ada di kawasan Maloy, baru lima lahan yang terselesaikan. Sementara 3 lahan milik warga sekitar 1.600 meter persegi belum tuntas. Seharusnya, kata dia, DPU sudah menyelesaikan permasalahan lahan tersebut, sebab proyek tersebut sangat vital untuk masyarakat.
"Kalau misalnya ada kendala seperti pengancaman, kan bisa diselesaikan. Kan ini negara hukum, kalau terjadi kesepahaman ada pihak kepolisian. Menurut saya itu solusi terbaik dengan meminta bantuan kepolisian," sarannya.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala DPU Pemprov Kaltim Muhammad Taufik menjelaskan progres pembangunan KEK Maloy. Soal permasalahan lahan, ia menjanjikan akan diselesaikan paling lambat bulan ini. “Target kita selesai 30 Maret ini,” sebutnya.
Sementara itu, untuk infrastruktur Maloy sudah on progres. Taufik menyebut, instalasi air sudah mencapai 98 persen. Sementara jalan masih on progres 10 persen.
Mendapat janji tersebut, Ketua Pansus Kawasan Industri Maloy, Rita Artati Barito mengatakan, akan mengawasi persoalan tersebut.
“Kita akan tagih janji pak Kadis. Segala progres itu tak akan selelsai jika ada permasalahan tiga lahan milik warga tak diselesaikan,” kata Rita.
Baca juga: PGRI Kaltim Kutuk Oknum Guru Agama di Kukar yang Cabuli Muridnya
Rita mengaku akan mengecek permasalahan tersebut di lapangan. Rencananya pertengahan Maret, pansus akan meninjau Maloy guna memastikan persoalan lahan.
"Kita akan tinjauan ke lapangan pada 21 Maret. Kita akan cek, kita cek benar gak sesuai dengan yang disampaikan Dinas PU," kata Rita.
Berdasarkan laporan tersebut, Rita mengaku pesimis persoalan lahan dan progres bisa segera selesai jelang peresmian Maloy pada 14 Maret mendatang.
"Saya rasa untuk peresmian di Maloy ya silakan saja datang. Tapi saya pesimis kalau dari progres tadi karena belum lengkap," kata Rita. Diketahui anggaran yang sudah terserap di Maloy Rp 1,2 miliar. (*)

