EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengusulkan 32 paket pembangunan dengan skema multi years contract (MYC) untuk periode 2026 hingga 2028 dengan nilai total Rp2,1 triliun.
“Kami sudah sampaikan usulan ke DPRD untuk dibahas. Ada 32 paket dengan nilai Rp2,1 triliun untuk tiga tahun anggaran,” kata Plt Kepala Bappeda Kutim, Noviari Noor, di Sangatta, dikutip Jumat (14/11).
Ia menyebut MYC dipilih untuk menjaga efektivitas pembangunan di tengah turunnya kemampuan fiskal daerah. APBD Kutim 2026 diproyeksikan hanya sekitar Rp4,8 triliun sehingga proyek berskala besar tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
Dari 32 paket tersebut, pembangunan mulai dari jembatan, jalan, drainase, hingga pelabuhan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatat 26 proyek MYC dengan anggaran Rp1,2 triliun.
“Pekerjaan yang paling banyak itu 16 paket untuk peningkatan jalan penghubung antarkecamatan,” ujarnya. Noviari menambahkan, penambahan paket tahun ini juga memasukkan proyek yang belum selesai dari tahun sebelumnya.
Anggota DPRD Kutai Timur, Asti Mazar, menyatakan lembaga legislatif siap membahas usulan tersebut. Namun ia mengingatkan agar seluruh proyek disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang sedang menurun.
“Program strategis daerah pasti kita dukung. Tetapi harus melihat kemampuan keuangan daerah. Kalau memang baik dan mampu, silakan saja,” katanya.


