EKSPOSKALTIM, Samarinda – Pendapatan Kaltim dari sektor perkebunan di 2017 masih bergantung dari kelapa sawit.
Data Dinas Perkebunan Kaltim, kontribusi perkebunan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 80 persen. Sedangkan 20 persen sisanya diisi komoditas lain.
Menanggapi ini, Ketua Komisi II DRPD Kaltim Edy Kurniawan mendukung penuh perkembangan sektor perkebunan berbasis ekonomi kerakyatan.
“Kalau kita berbicara ekonomi kerakyatan, pasti perkebunan karena luas wilayah kita mendukung,” ujarnya.
Ia mencatat, masih ada lahan di Kaltim yang masih belum digarap. Jumlahnya sekitar 600 ribu hektar. Sedangkan, yang dilepas untuk Kaltim baru 3 ribu hektar.
“Ini kan potensi untuk mengembangkan sektor perkebunan kita untuk ekonomi kerakyatan. Apabila, lahan tersebut dimanfaatkan untuk hutan tanaman industri jelas susah prosesnya,” ujarnya.
Sejauh ini, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad mengatakan, kelapa sawit memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat.
“Kelapa sawit mampu menopang kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat,” katanya dalam rapat bersama anggota DRPD Kaltim, Senin (18/9) siang tadi.
Ia menyebtu tercatat, luas wilayah perkebunan kelapa sawit di Kaltim mencapai 1,3 hektar. Total tersebut meningkat dibanding 2016 lalu seluas 1,1 hektar. Dari bahan mentah minyak goreng ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja.
“Total tenaga kerja yang terserap sekitar 43 ribu orang,” ucapnya. (adv)

