EKSPOSKALTIM, Bontang- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat 142 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi disepanjang tahun ini (1 Januari hingga 15 April 2016). Berbeda tahun 2015 lalu yang terbilang tinggi, yakni 231 dan 2 korban jiwa.
Kendati sepanjang tahun 2016 ini belum ditemukan korban jiwa akibat kasus DBD, namun masyarakat Bontang dituntut tetap waspada terhadap virus dengue penyebab DBD yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegipty.
Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Kanaan dr Fatimah Asih yang ditemui dikantornya, jumat (15/4/2106) pagi tadi, menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa memperhatikan 4 M (menguras, menutup, mengubur dan memantau) serta menerapkan pola prilaku hidup bersih dan sehat.
Menurutnya, waspada terhadap DBD bukan hanya saat musim penghujan, karena nyamuk aedes aegipty dapat berkembang dimanapun saat ada genangan air, bukan hanya genangan air pasca banjir.
"Untuk itu masyarakat kita harapkan sadar akan kebersihan, menjaga lingkungan jangan sampai ada botol-botol bekas mengendap air. Walaupun banyak nyamuk dalam satu kawasan, tapi kami tidak akan melakukan fogging apabila kawasan tersebut tidak ditemukan kasus DBD," ujarnya.

