Bontang, EKSPOSKALTIM – Pemkot Bontang mengklaim angka kemiskinan desil satu dan dua turun 3,74 persen, dari 7.139 jiwa menjadi kurang dari 5.000 jiwa. Namun Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan penurunan itu masih perlu diverifikasi dengan data yang lebih valid.
Neni menyebut Pemkot sudah menyalurkan bantuan intensif Rp300 ribu per orang bagi warga miskin. “Kalau satu KK ada tiga orang berarti satu rumah mendapat Rp900 ribu, kalau empat berarti Rp1,2 juta,” ujarnya.
Selain bantuan tunai, program lain berupa pinjaman permodalan tanpa bunga. Neni juga menekankan pentingnya peran RT dan lurah dalam mendata warganya.
“Alhamdulillah kami baru mendata desil 1 dan 2, memang ada penurunan angka kemiskinan. Alhamdulillah,” katanya.
Meski demikian, ia menilai angka tersebut harus diuji ulang agar pemerintah bisa menyusun kebijakan yang tepat sasaran. “Dengan data yang valid kita bisa melaksanakan program ini secara maksimal. Tanpa data valid, menyelesaikan masalah tentu sulit,” pungkasnya.

