EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Realisasi investasi di Kota Bontang sepanjang Triwulan I Tahun 2026 tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan data DPMPTSP Bontang, investasi yang terealisasi pada periode Januari hingga Maret 2026 mampu menyerap sebanyak 939 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari berbagai sektor usaha.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspiannur mengatakan, angka tersebut menunjukkan bahwa investasi memiliki peran penting dalam menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.
“Setiap investasi yang masuk tentu diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, salah satunya melalui penciptaan lapangan pekerjaan. Data triwulan pertama menunjukkan investasi berhasil menyerap 939 tenaga kerja Indonesia,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 920 tenaga kerja terserap dari kegiatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyerap 19 tenaga kerja.
Aspiannur menjelaskan, sektor industri masih menjadi salah satu kontributor utama dalam penciptaan lapangan kerja seiring dengan tingginya nilai investasi yang masuk ke Kota Bontang.
Menurutnya, keberadaan investasi sangat penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah karena tidak hanya menghasilkan nilai investasi, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Semakin banyak investasi yang masuk dan berkembang, maka peluang kerja yang tersedia juga akan semakin besar. Ini menjadi salah satu tujuan utama yang ingin dicapai melalui peningkatan investasi daerah,” katanya.
DPMPTSP Bontang akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan pelayanan perizinan dan pendampingan kepada pelaku usaha.
“Semoga tren investasi yang positif ini terus berlanjut, jadi manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara luas, khususnya dalam hal kesempatan kerja,” pungkasnya.

