Trofi pertama dalam 35 tahun baru saja diraih Timnas Indonesia. Namun Calvin Verdonk memilih tidak larut dalam euforia.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Euforia gelar FIFA ASEAN Cup 2026 belum sepenuhnya usai. Namun bagi Calvin Verdonk, trofi yang baru saja diraih Timnas Indonesia bukanlah garis akhir. Bek Garuda itu justru melihat kemenangan atas Thailand sebagai bekal menghadapi tantangan yang lebih besar di Piala Asia 2027.
Verdonk mengatakan keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan kepercayaan diri penting menjelang turnamen antarnegara terbaik Asia yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari mendatang.
“Itu sebabnya pertandingan ini penting karena Thailand berada di grup yang sama dengan kami, begitu juga Jepang. Mereka adalah tim-tim Asia seperti ini, Anda tahu,” kata Verdonk kepada wartawan di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026).
Indonesia sebelumnya memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 di SUGBK. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu sebelum Garuda mengunci kemenangan dari titik putih.
Hasil tersebut menjadi trofi pertama Indonesia dalam 35 tahun sekaligus mengakhiri penantian panjang di ajang sepak bola kawasan Asia Tenggara.
Bagi Verdonk, keberhasilan itu memiliki arti lebih dari sekadar gelar. Ia menilai Indonesia mendapat gambaran penting mengenai kekuatan tim yang akan kembali dihadapi pada Piala Asia 2027.
Dalam turnamen tersebut, Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Pemain Lille itu mengakui Jepang tetap menjadi lawan dengan kualitas paling tinggi di grup tersebut. Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tetap memiliki peluang untuk bersaing.
“Kami punya peluang menghadapi Thailand dan Qatar. Kami juga punya peluang melawan Jepang, tetapi mereka berada di level yang berbeda,” ujarnya.
Verdonk juga tidak terlalu mempersoalkan fakta bahwa Indonesia gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain secara maksimal pada waktu normal setelah Thailand kehilangan Nicholas Mickelson akibat kartu kuning kedua pada menit ke-81.
Menurutnya, yang terpenting adalah Indonesia mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan dan mengangkat trofi juara.
“Trofi pertama, ya, itu pertandingan yang gila. Kami harus bermain lebih baik, tetapi kami menang. Jadi, tidak masalah,” katanya.
Pemain berusia 29 tahun itu menilai gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi bagian dari era baru sepak bola Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa tim masih memiliki banyak ruang untuk berkembang.
Verdonk juga enggan terlalu larut dalam catatan masa lalu, termasuk rentetan kegagalan Indonesia di partai final yang pernah terjadi sebelumnya.
“Kami memiliki pemain dengan kualitas bagus, tetapi kami masih harus berkembang,” tutupnya. (ant)


