EKSPOSKALTIM, Bontang- Hijrah ke Kota Bontang sejak pertengahan tahun lalu, pria asal Lumajang, Surabaya, Jawa Timur ini berharap mendapat penghasilan ekonomi yang lebih baik.
Pria kelahiran Lumajang 30 tahun silam ini mengatakan, awal menginjakkan kaki di Kota Bontang mengikuti ajakan rekannya untuk ke Kalimantan bekerja sebagai tukang jahit sesuai skill yang ia miliki.
Bekerja sebagai karyawan kurang lebih setahun, kini ia memilih untuk membuka usaha sendiri dengan modal dan kemampuan yang ia miliki.
“Awal saya kesini diajak teman yang punya usaha jahit di Berbas. Kurang lebih setahun saya bekerja dengannya. Saya pamit dan coba buka usaha sendiri,” ujar Nasori saat ditemui ditempat usaha barunya di Jalan HM Ardans, Pisangan, Bontang Selatan, Minggu (9/4).
Dengan usaha yang ia geluti, ia pun berhasil meraup pendapatan sekitar Rp 2 hingga 3 juta per bulannya.
“Saya masih ngontrak tempat. Kalau bicara penghasilan nggak nentu kadang Rp 2 juta dan mentok Rp 3 juta sebulan. Kebanyakan saya mengerjakan pembuatan pakaian wanita seperti gamis dan baju kantoran mas,” tambahnya.
Kendati demikian, ia berharap pemerintah kota memperhatikan pekerja jasa seperti yang ia lakoni saat ini. Baik dalam hal perhatian, bantuan dan pembagian job sesuai janji wali kota saat kampanye yakni memberdayakan penjahit lokal untuk pengerjaan seragam sekolah.
“Harapannya bisa mendapat perhatian juga dari pemerintah apalagi ada janji wali kota mau berdayakan penjahit lokal untuk menjahit seragam sekolah. Paling tidak job itu bisa kami bagi-bagi dengan rekan se-profesi untuk nambah-nambah modal usaha,” pungkasnya.

