EKSPOSKALTIM- Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite dipastikan turun mulai 1 Maret 2016. PT Pertamina menurunkan harga dua jenis bahan bakar tersebut, sekitar 200an rupiah per liter.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, penurunan harga ini dilakukan karena menyusaikan harga rata-rata minyak acuan Mean of Plats Singapore atau mops tiap bulannya. Dan berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Pertamina setiap bulannya.
"Tanggal 1 Maret esok, harga Pertamax diturunkan sekitar 200 rupiah perliternya. Sementara untuk harga Pertalite agak lebih sedikit turunnya dibandingkan Pertamax," kata Ahmad yang di lasir viva news, Senin 29 Februari 2016.
Penurunan harga didasari oleh kajian yang dievaluasi secara rutin dua kali dalam sebulan. Menurutnya, selain harga acuan, aspek lainnya adalah perhitungan keuntungan yang diperoleh dari pengusaha.
"Jadi dari rata-rata sebulan, tapi evaluasinya setiap dua minggu. Ada beberapa aspek, kalau pengusaha itu mau turunkan banyak juga terlalu rugi dong," kata Ahmad.
Dia menambahkan, penyesuaian harga BBM untuk jenis Premium dan Solar akan berlaku bulan April 2016. Penyesuaian ini, kata Ahmad, ini merupakan keputusan yang diambil bersama oleh pihak Pertamina dengan pemerintah, melalui Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).
"Kalau harga solar sama premium kan diputuskan bersama pemerintah. Tetap acuannya adalah rata-rata Mops ," tutur Ahmad.
Sekadar informasi, pada awal Februari 2016, BUMN migas telah menurunkan harga pertamax dan pertalite masing-masing Rp100 dan Rp200 per liter. Saat ini harga jual pertamax 8.150 rupiah per liter. Sementara harga pertalite sekitar 7.600 rupiah per liter.

