PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Fakta Organ Hilang pada Mayat Tanpa Kepala di Loksado, Ternyata Hoaks!

Home Berita Fakta Organ Hilang Pada M ...

Fakta Organ Hilang pada Mayat Tanpa Kepala di Loksado, Ternyata Hoaks!
Pemicu pembunuhan Jumaidi diduga karena sengketa batas wilayah antara dua desa. Foto: Istimewa

Kandangan, EKSPOSKALTIM – Organ ginjal Jumaidi, korban pembunuhan yang ditemukan tanpa kepala di hutan sekitar Muara Ulang, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dikabarkan hilang. Kabar tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.

Pihak kepolisian menyatakan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa satu-satunya bagian tubuh korban yang hilang adalah kepala, bukan organ dalam seperti yang ramai dibicarakan.

“Organ dalam korban masih utuh, hanya kepala yang belum ditemukan sampai sekarang,” tegas Kasi Humas Polres HSS, AKP Purwadi, kepada media ini, Sabtu (31/05) malam.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim Inafis Polres HSS di bawah pimpinan Kasatreskrim Iptu May Felly Manurung. Mereka menemukan banyak luka bacokan di tubuh korban, terutama pada bagian dada, punggung, dan pinggang. Hanya bagian kaki yang tidak menunjukkan adanya luka.

Sebelumnya, warga Desa Muara Ulang, Kecamatan Loksado, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat pria tanpa kepala di tepi sungai pada Sabtu pagi (31/05). Korban diketahui bernama Jumaidi (40), warga setempat.

Peristiwa mengerikan ini diduga berkaitan dengan perkelahian antar kelompok yang terjadi pada Jumat malam (30/05), sekitar pukul 23.00 WITA. Lokasi kejadian berada di kawasan perbatasan antara Desa Muara Ulang (Kabupaten HSS) dan Desa Kundan, Kecamatan Hantakan (Kabupaten Hulu Sungai Tengah).

Seorang kerabat korban mengatakan bahwa perkelahian pecah hanya sekitar tiga kilometer dari rumah mereka. Sang paman bahkan sempat mendatangi lokasi namun tidak pernah kembali.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki lebih lanjut dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian tragis ini.

“Pelaku masih dalam pencarian,” tambah AKP Purwadi.

Pemicu Pembunuhan

Sebilah mandau yang masih menancap di tubuh korban menguatkan dugaan bahwa ia menjadi korban pembunuhan sadis.

Evakuasi dilakukan oleh warga bersama relawan, TNI, dan tim Satreskrim Polres HSS. Berdasarkan informasi dari grup relawan dan emergensi HSS, jasad pria itu ditemukan sekitar pukul 12.33 Wita dan dievakuasi sekitar pukul 13.20 Wita ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Korban rupanya adalah Jumaidi (40) merupakan warga Desa Muara Ulang. Peristiwa ini diduga kuat terkait bentrokan antar-kelompok warga yang dipicu oleh perselisihan batas lahan antara Desa Muara Ulang dan Desa Kundang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Bentrokan terjadi pada Jumat malam (30/05) sekitar pukul 23.00 Wita.

Seorang kerabat korban mengatakan Jumaidi sempat pergi ke lokasi bentrokan yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah, namun tak pernah kembali. “Paman saya dikeroyok puluhan orang di lokasi. Hingga pukul 03.00 dini hari belum ditemukan,” ucapnya.

Pagi harinya, warga melakukan pencarian mandiri. Sekitar pukul 05.30 Wita, ditemukan jejak darah yang mengarah ke hutan di dekat sungai. Jasad korban ditemukan dalam posisi tertelungkup, tanpa kepala, mengenakan pakaian lengkap, sepatu bot, serta kumpang berisi mandau yang masih menancap di pinggang. Diperkirakan korban meninggal sekitar pukul 07.00 Wita.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi antara lain mandau, pakaian, dan perlengkapan pribadi.

Sosok Jumaidi

Jumaidi merupakan seorang petani, mualaf, dan ayah dari tiga anak. Ia dikenal sebagai pribadi pendiam yang rajin mengikuti majelis taklim dan kegiatan shalawat di wilayah HSS.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Beliau mualaf yang baik, sering ikut pengajian dan majelis shalawat. Kami sangat kehilangan,” tulis salah satu warga melalui pesan WhatsApp yang turut menyebarkan stiker duka bergambar almarhum.

Ucapan belasungkawa terus mengalir, terutama dari warga Dusun Bangkaun yang mengenal korban sebagai sosok yang tekun menuntut ilmu agama.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%100%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :