BONTANG, EKSPOSKALTIM - Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang menegaskan komitmennya menjalankan strategi pembinaan pemuda dengan mengutamakan pendekatan berbasis kegiatan. Pendekatan ini dipilih sebagai metode paling efektif untuk menjangkau minat dan potensi generasi muda di kota tersebut.
Kepala Bidang Pemuda Dispopar Bontang, Idhamsyah, menyebutkan bahwa pelibatan pemuda melalui aktivitas langsung memberikan dampak lebih signifikan dibanding interaksi tatap muka biasa. Karena itu, berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan ekonomi kreatif terus digelar sebagai sarana pengembangan diri bagi pemuda.
“Kami berusaha masuk dari program-program kegiatan ini. Pendekatannya bukan dari face to face, tapi lewat kegiatan yang bisa menyentuh langsung minat pemuda,” ujarnya.
Sejumlah kegiatan seperti mini soccer, Gebyar Pemuda, dan Gebyar UMKM menjadi contoh program yang berhasil menarik partisipasi tinggi. Melalui kegiatan tersebut, pemuda dapat membangun jejaring, memperoleh pengalaman baru, serta belajar mengenal dunia usaha.
Mini soccer disebut sebagai kegiatan yang paling cepat memupuk kebersamaan, sementara Gebyar UMKM memberi ruang bagi pemuda untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi kreatif.
“Ini membuktikan bahwa pemuda sangat ingin terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya.
Dengan capaian itu, Dispopar berencana terus memperkuat program pembinaan agar lebih responsif mengikuti dinamika dan kebutuhan generasi muda. Melalui kegiatan rutin dan terarah, pemuda diharapkan tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga berperan sebagai pelaku dalam berbagai kegiatan positif di Kota Bontang.
“Harapan kami, pemuda Kota Bontang semakin aktif, kreatif, dan menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah,” tutupnya.

