EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) memiliki tantangan tersendiri. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin, menyampaikan salah satu cara untuk menyukseskan PJJ yakni dengan cara bekerjasama antara orangtua, siswa, maupun guru.
"Semua pihak yang terkait dalam (PJJ, Red) harus kompak," jelasnya belum lama ini.
Baca juga: Berjuang Jadi PNS, Guru Non Kategori di Bontang Minta Rekomendasi DPRD
Ia menjelaskan pentingnya komunikasi antar satu dan lainnya dilakukan. Sebab jika komunikasi tidak baik, kurikulum dan sasaran pendidikan untuk anak didik tidak mungkin bisa tercapai. Terpenting pembelajaran yang diberikan guru pada para murid harus bisa diserap dengan baik.
"Apalagi baru saja selesai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu, terutama untuk anak kelas 1 tingkat Sekolah Dasar (SD)," tuturnya.
Seperti diketahui, kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan di kelas harus ditunda kembali. Mengingat ada tiga tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bontang beberapa waktu lalu. Penundaan tersebut sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut ke siswa.
Baca juga: Legislator Bakhtiar Wakkang Tanggapi Kasus Prostitusi Online
Rencananya, penyelenggaraan pendidikan tatap muka dapat dilakukan apabila status Kejadian Luar Biasa (KLB) Bontang dicabut. Sehingga diperlukan zero kasus untuk dapat melakukan pemberlajaran tatap muka.
Pihak Disdikbud Bontang pun terus mencari solusi pembelajaran terbaik kepada siswa di tengah pandemi saat ini. Dijadwalkan, Rabu (22/7/2020), akan digelar rapat musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) di Gedung Autis Center Jalan Tenis ,Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara. (adv)

