EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha menilai, tes urine saat penerimaan siswa baru tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk memastikan pelajar bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Ia mengatakan, penyalahgunaan narkoba lebih berkaitan dengan penguatan mental dan pengawasan lingkungan terhadap anak.
“Tes urine awal itu tidak menjamin setelahnya dia tidak memakai lagi,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan narkoba tidak cukup dilakukan sekali, karena potensi penyalahgunaan bisa terjadi kapan saja.
“Kalau mau begitu, tes urinnya setiap bulan, setiap saat. Tidak ada garansi hanya dengan tes awal,” katanya.
Selain itu, tidak melakukan tes urin agar menjaga mental para siswa. Khawatirnya, hasil dari tes urin ini, akan membaw hal negatif lainnya, seperti bullying.
Abdu Safa menegaskan, persoalan utama terletak pada ketahanan mental anak, agar tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun iming-iming tertentu.
“Tugas kita bersama bagaimana menguatkan mental anak-anak supaya tidak mudah dipengaruhi pergeaulan yang salah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti dampak globalisasi dan minimnya pembatasan akses informasi, yang membuat anak-anak mudah mencontoh perilaku negatif yang mereka lihat.
“Anak-anak bisa mencontoh apa yang mereka lihat dan saksikan,” tambahnya.
Karena itu, ia meminta peran aktif orang tua dan masyarakat untuk lebih memperhatikan pergaulan anak di luar sekolah.
“Kalau memang anak-anak ini mau diselamatkan, maka peran keluarga, masyarakat, dan lingkungan sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

