PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Disdik Kutim Pastikan 24 Siswa asal Desa Singa Gembara Sudah Terakomodir

Home Berita Disdik Kutim Pastikan 24 ...

Disdik Kutim Pastikan 24 Siswa asal Desa Singa Gembara Sudah Terakomodir
Plt Kadisdik Kutim, Roma Malau.

EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Sempat menimbulkan gejolak adanya penolakan sejumlah siswa di salah satu sekolah di Sangatta sejak pemberlakuan sistem jalur zonasi, prestasi dan pindahan orang tua. Sempat memanas beberapa waktu lalu akhirnya menemui kesepakatan.

Sebelumnya, aturan yang ketat dalam tahap masuk yang menerapkan jalur online atau boarding kelas, bina lingkungan (Biling) dan zona umum sehingga kurang lebih ada 24 siswa ternyata tidak tertampung oleh sekolah yang seharusnya masuk dalam zona wilayahnya sesuai tempat tinggal mereka kemudian disortir berdasarkan nilai UN.

Baca juga: 3 Pelajar Kutim Lolos ke Jambore Dunia di Amerika

Belum adanya titik terang waktu itu membuat anggota DPRD Kutim geram dan sempat mengancam akan menutup sekolah tersebut.

Terpisah, Plt Kadisdik Kutim, Roma Malau menuturkan saat ini semua siswa sudah tertampung di zona masing- masing. Hanya saja, sekolah tersebut tidak menerapkan full day school (FDS)

"Saat ini tidak ada lagi siswa yang tidak masuk sekolah, semuanya sudah terakomodir khususnya 24 siswa yang sebelumnya tidak diakomodir di salah satu SMA yang ada di Kutim," ujar Roma.

Dirinya memastikan semua siswa yang ada sudah masuk sekolah dengan pilihan sekolah baik di SMA Negeri 1 (SMANSA) maupun SMA Negeri 2 (SMADA) Kecamatan Sangatta Utara.

Dikatakan Roma, hal ini telah dibahas dan menemui kesepakatan melalui rapat yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim bersama Dinas Pendidikan Kabupaten, yang dihadiri para orang tua siswa serta anggota DPRD Kutim.

“Tidak ada lagi masalah saat ini,” jelas Roma

"Sebenarnya aturan untuk SMA kewenangan itu ada di tingkat Provinsi, bukan Kabupaten. Kami Disdik kabupaten hanya sebagai pendengar saja," sambungnya.

Baca juga: Cegah PTM, Puskesmas Kaliorang Gelar Raket Sakti

Saat ini kata dia untuk tingkat SD dan SMP tidak ada masalah untuk sistem zonasi. Hanya saja dengan banyaknya siswa, untuk mengantisipasi agar tidak ada yang tertinggal dan dapat tertampung seluruhnya yang tadinya fds namun untuk tahun ini tidak diberlakukan .

"Harapannya tahun depan apabila bangunan sekolah sudah selesai maka proses belajar mengajar akan kembali full day.

Lebih lanjut, Roma mengharapkan ke depannya sistem zonasi ini akan melibatkan pihak terkait seperti baik desa hingga ketua RT untuk sama-sama mengkaji terkait penempatan zona nantinya, agar tidak ada kesalahan data dan sesuai dengan tempat tinggal siswa yang bersangkutan. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :