EKSPOSKALTIM, Kutim - Akses jalan menuju SMAN 1 Sangatta Utara tergenang banjir pada Rabu 11 Januari 2017 lalu, membuat pihak sekolah harus mengambil keputusan untuk meliburkan siswa.
Menurut penuturan salah seorang guru di sekolah ini, Novita Rahayu, banjir tersebut terjadi jika volume air sungai di sekitar sekolah meninggi, hingga meluap ke medan jalan.
Ketinggian air di Jalan APT Pranoto ini mencapai 30 cm. Olehnya, demi keselamatan para pelajar, pihak sekolah pun terpaksa mengambil langkah meliburkan siswa hingga banjir kembali surut.
"Tidak ada hujan tapi terjadi banjir, hal ini tidak satu atau dua kali saja terjadi, bahkan mungkin ini adalah kali kelima,” kata Novita kepada Eksposkaltim, Rabu (11/1).
“Akses menuju sekolah banjir karena luapan air sungai, sehingga sekolah harus diliburkan. Dan bukan hanya SMAN 1, di dalam sana juga ada Sekolah Luar Biasa (SLB) yang harus diliburkan," sambungya.
Diakui hal ini telah diadukanya ke dinas terkait, namun hingga saat ini perhatian dinas terkait pun belum kunjung ada. Kata dia, bukan hanya banjir yang menjadi penghalang untuk menuju ke sekolah, bahkan medan jalan yang masih berbatuan juga berbahaya bagi pengendara.
"Mungkin karena tingkat SMA itu bagian Provinsi, makanya tidak ada respon dari dinas terkait," ujarnya.
Ia pun berharap hal ini segera ditangani pemerintah. Dari pantauan Eksposkaltim, tak sedikit warga yang harus mendorong kendaraannya karena nekat menerobos banjir.

