PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

DIBUBARKAN PAKSA, PELAKU BALAP LIAR TANTANG WARGA DAN POLISI

Home Berita Dibubarkan Paksa, Pelaku ...

DIBUBARKAN PAKSA, PELAKU BALAP LIAR TANTANG WARGA DAN POLISI
Foto Bripda Muhlis (Jaket Biru) dan Ketua RT 01, Arifin (Pake Topi) beserta warga pemberantas balapan liar. (Esposkaltim/Ndi)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Warga geram dengan aksi balapan liar yang kembali marak terjadi. Aksi kebut-kebutan ini kerap dilakukan sekelompok remaja di simpang lampu merah Gunung Sari Bontang Selatan dan simpang lampung merah Rumah Sakit Amalia Bontang Utara.

Melihat kawasan ini sering dijadikan sirkuit dadakan, sejumlah warga yang tergabung di 6 RT antara lain RT 01, 02, 10,11,13, dan RT 22 di dua kelurahan yakni Api-api dan Tanjung Laut, turun kejalan untuk mencegah dan membubarkan aksi balapan liar yang tengah berlangsung sekira pukul 11.15 hingga pukul 03.00 wita, Minggu (31/7/2016) dini hari tadi.

Dari pantauan Ekspos Kaltim, upaya pembubaran balapan liar tersebut sempat diwarnai aksi kejar-kejaran warga yang dikoordinir anggota kepolisian dalam hal ini Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) dengan para pelaku balapan liar.

Babinkamtibmas Bripda Muhlis mengatakan, sekelompok remaja tak terima dengan aksi pembubaran yang dilakukan warga dan kepolisian ini. Olehnya itu mereka ingin menabrak, bahkan melawan dengan menenteng kayu dan menghampiri warga dan polisi.

“Saat kami bubarkan sebagian diantaranya melawan dengan ingin menabrak kami, bahkan ada juga yang mengambil kayu dan ingin menghampiri kami. Jadi, kami balik mengejar mereka dengan tongkat yang dibawah warga untuk mencegah mereka berbuat anarkis,” terangnya.

Baca Juga : Ternyata, 945 Pns Bontang Belum Punya Rumah Sendiri

Muhlis menambahkan, tak hanya didalam kota, ia beserta warga pun melakukan patroli disejumlah kawasan yang disinyalir kerap dilakukan sirkuit dadakan seperti jalan Flores Bontang Barat (depan RSUD,red) , Tugu Equator, dan Lhoktuan Bontang Utara.

“Setelah kami bubarkan mereka di simpang lampu merah Gunung Sari, kami menuju ke RS Amalia, dan lokasi lainnya yang kerap dijadikan tempat balapan liar,” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua RT 01 Kelurahan Api-api, Arifin, menghimbau para warga sekitar untuk tak memberi dukungan terhadap aksi balapan liar tersebut, dengan turut menjadi penonton. Sebab kata dia, dengan ikut menyaksikan hingga memadati sepanjang jalan lokasi balapan, membuat remaja tersebut bangga dan semakin menjadi.

“Kami berharap agar warga juga nggak ikut menonton jika mereka balapan. Karena semakin ditonton, mereka semakin menjadi. Begitupun sebaliknya, jika tidak ditonton, dengan sendirinya pun mereka malas balapan dan lambat laun mereka bubar sendiri,” pintanya

Arifin juga berharap agar pemerintah ikut andil dalam penertiban balapan liar yang dianggap cukup meresahkan ini. Karena selain mengancam nyawa pembalap itu sendiri, aksi balapan liar ini juga mengancam keselamatan warga atau pengguna jalan lainnya.

“Kami sebagai warga sangat berharap agar pemerintah segera memberikan solusi kepada para remaja yang sering gelar balapan liar, karena sangat membahayakan orang banyak, baik pembalap itu sendiri maupun masyarakat yang melintas,” keluhnya. (*)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :