PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Cuaca Kaltim–Kalsel Berbeda, Samarinda Berawan dan Banjarmasin Diselimuti Udara Kabur

Home Berita Cuaca Kaltim–kalsel Ber ...

Sebagian besar wilayah Kalimantan diprakirakan tidak mengalami hujan pada Kamis. BMKG mencatat Samarinda berpotensi berawan tebal, Tanjung Selor hujan ringan, sedangkan Banjarmasin menghadapi potensi udara kabur.


Cuaca Kaltim–Kalsel Berbeda, Samarinda Berawan dan Banjarmasin Diselimuti Udara Kabur
ILUSTRASI sebuah tongkang melintasi sungai Mahakam. Foto: Disway

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami cuaca berawan, berawan tebal, hujan ringan hingga udara kabur pada Kamis (13/8/2026).

Prakirawan BMKG Masayu Franstika menyebutkan, kondisi cuaca di Kalimantan menunjukkan karakteristik yang berbeda di masing-masing wilayah.

Kota Samarinda, Kalimantan Timur, diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Kupang, Makassar, Kendari, Ternate, dan Sorong.

Sementara itu, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, diperkirakan mengalami hujan ringan.

“Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai potensi hujan sedang di Medan, hujan ringan di Padang dan Tanjung Selor,” ujar Masayu dalam prakiraan cuaca yang dirilis BMKG.

Berbeda dengan Samarinda dan Tanjung Selor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, justru berpotensi mengalami udara kabur. Fenomena serupa juga diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangka Raya, Bengkulu, dan Mataram.

Selain wilayah Kalimantan, BMKG memprakirakan cuaca berawan di sejumlah kota besar seperti Denpasar, Gorontalo, Ambon, Manokwari, Jayawijaya, serta sebagian besar wilayah Pulau Jawa.

Sementara itu, kondisi cerah berawan diperkirakan terjadi di Jakarta, Manado, dan Semarang.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan cuaca terkini, terutama bagi pengguna transportasi darat, sungai, maupun udara yang beraktivitas di wilayah dengan potensi hujan maupun udara kabur.

Kemarau Masih Berlangsung

Sebelumnya, BMKG menyatakan musim kemarau masih berlangsung dan diperkuat fenomena El Nino kategori kuat yang diperkirakan bertahan hingga Agustus–September 2026. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan hujan ke sejumlah wilayah Indonesia berkurang dan meningkatkan risiko kekeringan.

Di Kalimantan Timur, dampak kemarau mulai terlihat melalui penyusutan debit Sungai Mahakam yang mengganggu distribusi logistik ke kawasan hulu Mahakam. Kondisi ini bahkan memicu lonjakan harga BBM dan sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Long Apari dan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu.

Meski demikian, BMKG mencatat sebagian wilayah Kalimantan masih berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan. Namun secara umum, masyarakat tetap diminta mewaspadai dampak musim kemarau yang masih berlangsung.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :