EKSPOSKALTIM.com, Bontang,- Rabu, 12 - 8 – 2020 sekira pukul 03.00 dini hari, Armin (52) terlelap tidur. Tiba tiba terbangun. Seketika, mendengar ribut-ribut ada kebakaran didaerahnya, dia tergopoh-gopoh segera menuju keluar rumah hanya dengan pakaian yang melekat di tubuhnya. Rupanya, salah satu rumah yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya sudah terbakar api.
Saat itu, pikirannya sudah tak stabil. Panik. Yang terlintas dibenaknya hanya memadamkan api dititik mula terbakar. Api mulai membesar kata Armin, ketika tiga motor dititik itu terbakar. Ditambah angin kencang. Sehingga apinya melebar kemana-mana. Dalam musibah itu hanya beberapa berkas yang bisa diselamatkan. Dan beberapa lembar baju.
“Bahkan ada yang tidak sempat menyelamatkan apa-apanya,” sebut pria kelahiran Duapitue itu.
Baca Juga: Vonis Bersalah Diananta, Hari Kelam Kebebasan Pers
Dengan mata yang berkaca-kaca, dia menceritakan, tak terpikirkan bahwa rumahnya hangus terlalap api. Rumah yang dibangun 10 tahun lalu itu hanya tinggal kenangan. Toko sembako untuk menghidupi kebutuhan sehari –hari pun habis dilahap api.
Meskipun musibah itu menimpa dirinya, dia bersyukur, seluruh anggota kelurganya selamat dari kobaran api. “Awalnya di rumah petak di depan. Tapi api keburu merembet ke rumah,” kata Armin sembari menunjuk puing puing rumahnya yang hangus terbakar.
Bapak dari Empat anak itu berharap kepada pemerintah, untuk memperhatikan nasib yang menimpa korban kebakaran tersebut. Kata dia, bukan hanya bantuan materi saja. Akan tetapi perhatian secara moril juga dibutuhkan.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi
“Karna disini rata-rata banyak korban yang tidak dapat menyelamatkan barang-barangnya. Jadi kami butuh perhatian yang serius,” harapnya.
Untuk diketahui, pada Rabu, 12-8-2020, sekira pukul pukul 03.00 Wita dini hari, terjadi musibah kebakaran di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan. Ada dua RT, Yakni RT 15 dan 33 kelurahan Tanjung Laut.Dari data yang diterima hingga saat ini, 88 warga dari 21 kepala keluarga (KK) kehilangan rumah. Sekitar 12 rumah hangus terbakar. Mulai dari rusak parah maupun ringan. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran terjadi.

