EKSPOSKALTIM, Bontang – Balai Taman Nasional Kutai (TNK) Kota Bontang mendapat laporan dari warga di Teluk Pandan terkait adanya buaya yang masuk kepemukiman padat penduduk dekat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Teluk Pandan, Rabu malam (08/06/16, sekirapukul 21.00 wita, setelah warga pulang sholat tarawih.
Pengendali Ekosistem Balai TNK Kota Bontang, Sugianur, mengatakan setelah mendapat telepon dari Jahir, salah satu warga teluk pandan perihal kemunculan buaya tersebut, ia pun segera mengumpulkan anggota Balai TNK Bontang.
“Kami langsung mengumpulkan teman-teman Balai TNK Bontang dan meminta arahan kepala Balai TNK, dan selanjutnya meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya, saat di temui di Balai TNK, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (09/06/2016).
Diceritakan warga, kata Sugianur, buaya tersebut ditemukan berada jauh sekitar 200 meter dari pinggir jalan dan jauh dari TNK, serta tidak di air disekitar tempat tersebut. Saat Tim Balai TNK Bontang sampai di TKP, nampak buaya tersebut sudah diamankan warga dengan diikatkan di pohon.
“Ketika kami sampai buaya tersebut hanya diikat simpul di leher kemudian diikatkan dipohon. Itu belum bisa dikatakan aman, masih sangat berbahaya sekali,” tandasnya.
Sugianur menambahkan, buaya yang di temukan tersebut memiliki panjang 2,39 meter, dan berat 100 kg. Demi kelangsungan hidup buaya ini, pihaknya akan melakukan relokasi ditempat yang jauh dari pemukiman warga.
“Kami akan taruh di tempat yang tidak berkonflik lagi dengan masyarakat. Awalnya alternatif tempat pelepasanya di Sangatta, yakni daerah Teluk Kaba dan Sangkima. Namun setelah kami berkoordinasi dengan teman-teman yang sedang berpatroli, mereka sanggup membantu pelepasan buaya tersebut di Teluk Kaba tepatnya di pelabuhan lama, pertengahan Jalan Bontang Sangatta,” tuturnya.
Diimbuhkannya, setelah 2 kali pihaknya melakukan pelepasan di kawasan tersebut, ditemukan kemunculan buaya liar. “Dua kali kami melepas buaya di Teluk Kaba, dan yang terakhir ada kemunculan buaya liar. Dari situ dapat dipastikan disitulah habitat buayanya,” tutup Sugianur ( *)

