EKSPOSKALTIM.COM, Balikpapan - Kota Bontang menerima piagam penghargaan di bidang ketahanan pangan. Penghargaan itu diserahkan langsung Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor yang diterima oleh Wakil Wali Kota Bontang, Najirah, Senin (30/05/2022) di Hotel Blu Sky Balikpapan.
Bontang terbaik kedua kategori ketahanan pangan di Kalimantan Timur dengan skor 84.64. Sedangkan Balikpapan terbaik pertama dengan skor 87.45. Sementara Penajam Paser Utara (PPU) terbaik ketiga dengan skor 84.22.
Wawali Najirah menyampaikan rasa bangga atas capaian ini. Menurutnya hal ini tidak terlepas dari keterlibatan dan kontribusi semua pihak.
"Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dan berkontribusi sehingga Kota Bontang menjadi salah satu daerah yang terbaik pengelolaannya dalam hal menjaga pasokan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Orang nomor dua di pemerintahan itu berharap, capaian ini bisa menjadi motivasi bagi semua untuk terus meningkatkan layanan dan kinerja di bidang ketahanan pangan.
Sementara itu, penghargaan untuk kategori peningkatan kerja ketahanan pangan, terbaik pertama diraih oleh Paser dengan skor 7.73. Disusul Berau sebagai terbaik kedua dengan skor 7.30, dan terbaik ketiga PPU dengan skor 6.06.
Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Timur, Siti Farisyah Yana mengungkapkan, kategori ketahanan pangan dilakukan Pemprov Kaltim untuk penilaian dari rata-rata Indeks Ketahanan Pangan (IKP) kabupaten/kota pada periode 2018-2021.
"Khusunya yang dikeluarkan Badan Ketahanan Pusat dengan indikator ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan," ungkapnya.
Sedangkan kategori kinerja ketahanan pangan, lanjut Siti Farisyah, penilaian dilakukan dari peningkatan skor IKP masing-masing kabupaten/kota di Kaltim.
"Penghargaan ini bukan akhir dari tujuan yang ingin kita capai. Tapi bagaimana ini menjadi penyemangat dan proses kita menuju daerah penyangga pangan bagi IKN di Kaltim ini," ujarnya.
"Kita juga akan mengevaluasi apakah kebijakan yang digunakan masih cocok dalam pengembangan sebagai daerah penyangga pangan bagi IKN nantinya," jelasnya. (adv)

