EKSPOSKALTIM.com, Bone - Memasuki musim penghujan, Kepala Puskesmas Bajoe Abdullah Sebe mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pasalnya, dari catatan penyakit yang ditangani Puskesmas Bajoe di sepanjang 2018, demam yang tidak diketahui penyebabnya menempati posisi teratas dari 10 penyakit yang mendominasi.
Baca juga: Rayakan HPN, Kapolres Bone Jamu Makan Siang Wartawan
“Demam yang tidak diketahui penyebabnya ini sudah termasuk penyakit DBD dan Typus,” terang Abdullah, saat ditemui di kantornya, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Rabu (13/2) siang tadi.
Menurutnya, masyarakat Bajoe dan Kecamatan Tanete Riattang Timur pada umumnya sangat rentan terkena penyakit DBD, karena mayoritas berada di wilayah pesisir yang kurang terjaga kebersihan lingkungannya.
“Saat ini sudah ada kasus (DBD), namun belum mengkhawatirkan. Walau begitu, masyarakat diminta untuk tetap waspada,” pesannya.
Baca juga: Kapolres Bone Ajak Etnis Tionghoa Dukung Kinerja Polri
Guna menangkal penyakit DBD tersebut, Abdullah menyarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, dan menutup segala tempat yang bisa menampung air, baik di luar rumah maupun dalam rumah.
Kemudian, ia menyarankan untuk menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, akuarium, dan vas bunga satu hingga dua kali seminggu.
“Terakhir, kubur semua objek yang bisa menampung air, seperti kaleng bekas atau wadah plastik,” tandasnya.

