EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Bontang melalui Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) membentuk program Care Covid-19. Ini dilakukan untuk membantu warga yang terdampak langsung secara sosial dan ekonomi akibat kondisi darurat corona.
"Bantuan ini tidak menyasar bagi warga yang sudah terdaftar dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)," jelas Kordinator program Care Covid-19 Kota Bontang, Eko Yulianto.
Baca juga: Masa Belajar di Rumah Diperpanjang, Disdikbud Bontang Edarkan Surat ke Sekolah
Berdasarkan data, sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini terdata sebagai penerima bantuan. Jumlah itu akan terus bertambah, lantaran tim Care Covid-19 masih terus melakukan pendataan. Meski demikian, tetap dilakukan filter agar penyalurannya tepat sasaran.
Penyaluran bantuan berupa bahan sembako itu akan langsung didistribusikan ke rumah warga yang terdata. Setiap penerima bantuan dijatah Rp 200 ribu dan disalurkan dalam bentuk beras, masker, hand sanitizer, antiseptik serta pembasmi kuman.
"Sementara tambahannya disesuaikan dengan stok barang yang ada," tambahnya.
Ia menyampaikan, beberapa syarat yang harus dipenuhi penerima bantuan, yakni menyetor salinan KTP dan Kartu Keluarga disertai catatan berisi nama, alamat rumah, serta nomor telepon.
Baca juga: Legislator Bontang Ini Apresiasi BKNC Lawan Pandemi Covid-19
Pemkot Bontang terus berupaya menanggulangi dampak wabah virus corona. Yakni telah disiapkan dana untuk penanganan pandemi Covid-19. Pos anggaran ini dikhususkan untuk sektor medis hingga dampak ekonomi dan sosial.
Anggaran jumbo Rp 39 miliar ini diperoleh dari pergeseran anggaran APBD 2020. Mulai dari dana perjalanan dinas pejabat dialihkan seluruhnya ke penanganan Covid-19.
Salah satu pemanfaatannya, yakni pemberian dana stimulan Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK) kurang mampu dan tagihan air PDAM gratis tiga bulan. Data dan kriteria warga kurang mampu mengacu kepada aturan pemerintah. Sementara ini, teknis penyaluran bagi keluarga kurang mampu masih dimatangkan.(adv)

