EKSPOSKALTIM, Bontang- Banjir yang meluas banjir di tiga desa, yaitu Santan Tengah, Santan Ilir dan Santan Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Hal ini terlihat banyaknya rumah warga dan fasilitas umum lainnya seperti sekolah, puskesmas tergenang air dalam beberapa hari terakhir.
Akibatnya, selain ratusan hektar lahan perkebunan warga yang gagal panen, Ketua Kerukunan Keluarga Santan Bersatu (KKSB) Aswar Muhammad menyatakan seluruh sekolah harus diliburkan sementara dengan batas waktu yang belum ditentukan.
“Terpaksa kami liburkan karena sekolah mereka digenangi air beserta lumpur akibat banjir ini,” terangnya, Minggu (2/4).
Dengan musibah ini, Ia berharap Pemkab Kukar memperhatikan hal ini karena jika air terus meninggi maka dimungkinkan warga akan diiungsikan ketempat yang lebih tinggi. Pun terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di hulu sungai Santan untuk bersama-sama masyarakat mencarikan solusi dan penanganan agar banjir bisa diminimalisir.
“Kami berharap selain Pemkab Kukar, kami juga meminta agar pihak perusahaan ikut memikirkan solusi bencana alam ini,” harapnya.
Di sisi lain, warga Santan yang juga rumahnya digenangi air, Sabiruddin mengatakan, banjir kali ini adalah terbesar dalam satu dekade terakhir. Bahkan tak ada warga yang mengingat kapan terakhir kali banjir separah hari ini.
“Sungguh memprihatinkan. Karena dulu ketika tambang belum menginjakkan kaki di tanah kami tidak seperti ini,” cetusnya.

