Keluhan warga atas antrean Pertalite yang mengular selama beberapa hari di Bontang berubah menjadi kritik terhadap Pertamina.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Antrean panjang Pertalite yang terjadi di sejumlah SPBU Kota Bontang dalam beberapa hari terakhir memicu sorotan dari DPRD Bontang.
Di tengah desakan masyarakat yang meminta kejelasan penyebab antrean, Pertamina dinilai belum menunjukkan perhatian yang memadai terhadap persoalan tersebut.
Sorotan itu mengemuka dalam rapat evaluasi distribusi BBM yang digelar Pemerintah Kota Bontang bersama pengelola SPBU, Jumat (28/8/2026), di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Namun, rapat tersebut tidak dihadiri langsung oleh perwakilan manajemen Pertamina yang memiliki kewenangan menjelaskan kondisi distribusi BBM di wilayah Bontang.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan pihak Pertamina hanya mengikuti rapat melalui sambungan virtual.
“Untuk Sales Branch Manager Kaltimut III Fuel Pertamina, Pak Bagus hanya lewat zoom saja,” katanya.
Ketidakhadiran tersebut mendapat respons keras dari Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi.
Menurut dia, persoalan serupa sudah berulang dalam sejumlah pertemuan sebelumnya. Bahkan sejak akhir 2025, DPRD telah beberapa kali mengundang pihak Pertamina untuk hadir membahas distribusi BBM di Kota Bontang.
Namun, kata Winardi, pejabat yang memiliki kewenangan mengambil keputusan kerap tidak hadir secara langsung.
“Empat kali rapat sama ini, alasannya selalu sama, rapat di Berau terus. Artinya ini kan Bontang memang tidak diperhatikan. Emangnya Samarinda dan Balikpapan saja punya kepentingan, Bontang juga butuh,” tegasnya.
Warga Menunggu Penjelasan
Menurut Winardi, masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas terkait penyebab antrean Pertalite yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Keluhan warga terus berdatangan, sementara pemerintah daerah dan DPRD belum memperoleh keterangan lengkap mengenai kondisi pasokan maupun distribusi BBM yang menyebabkan antrean mengular di sejumlah SPBU.
“Kalau saya mau, biar saja nomor Pak Bagus saya kasih ke masyarakat, suruh tanya langsung saja. Kalau rapat hanya ceker-cekernya saja yang dihadirkan, memang kami ini tidak sibuk juga,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD tidak ingin persoalan antrean BBM hanya dibebankan kepada pengelola SPBU di lapangan, tanpa ada penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab terhadap distribusi.
Karena itu, DPRD meminta Sales Branch Manager Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga hadir langsung dalam rapat lanjutan yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Senin nanti saya minta Pak Bagus datang untuk membijaki ini. Jangan hanya SPBU-nya atau pengetapnya yang disalahkan,” tegasnya.
Pertamina Janji Hadir
Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus Prabowo, yang mengikuti rapat melalui sambungan virtual, menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam pertemuan berikutnya.
Ia memastikan akan memberikan penjelasan terkait kondisi distribusi BBM dan penyebab antrean yang terjadi di Kota Bontang.
“Nanti saya akan datang di rapat berikutnya,” ujarnya.
Hingga rapat berakhir, penyebab pasti antrean Pertalite yang terjadi selama beberapa hari terakhir di Bontang belum dijelaskan secara rinci.
Pemerintah daerah dan DPRD berharap pertemuan lanjutan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pasokan dan distribusi BBM di wilayah tersebut.



